KPK Ungkap Jumlah Uang dalam OTT Bakamla – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

KPK Ungkap Jumlah Uang dalam OTT Bakamla

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mengungkapkan bahwa suap sebesar Rp 2 miliar dari bos PT Melati Technofo Indonesia kepada Informasi Hukum dan Kerjasama sekaligus Pelaksana Tugas Eko Susilo Hadi (ESH) merupakan pemberian pertama.

Eko dijanjikan akan mendapatkan fee sebesar 7,5 persen (setara Rp 15 miliar) dari total nilai pengadaan satelit monitoring sebesar Rp 200 miliar.

“Info yang kami dapat persetujuan commitment fee sekitar 7,5 persen dan sepertinya ini pemberian yang pertama,” kata Syarif dalam keterangan pers di KPK, Jakarta, Kamis (15/12).

KPK menetapkan Eko Susilo Hadi sebagai tersangka penerima suap usai ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (14/12).

Selain Eko yang merupakan kuasa pengguna anggaran (KPA), KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya. Mereka adalah Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia, Fahmi Darmawansyah (FD); dan dua pegawainya Muhammad Adami Okta (MAO), dan Hardy Stefanus (HST) sebagai pihak pemberi.

Suap diberikan terkait dengan pengadaan alat monitoring satelit RI Tahun 2016 dengan sumber pendanaan APBN-P tahun 2016.

Namun, hingga kini KPK masih mencari keberadaan Fahmi Darmawansyah yang merupakan suami artis Inneke Koesherawati.

Atas perbuatannya yang diduga memberi suap, Fahmi, Muhammad Adami, dan Hardy Stefanus disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Sementara Eko sebagai pihak penerima diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top