Pengembangan OTT Bakamla, KPK Buru Suami Inneke Koesherawati – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Pengembangan OTT Bakamla, KPK Buru Suami Inneke Koesherawati

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah memburu pengusaha bernama Fahmi Darmawansyah. Bos PT Melati Technofo Indonesia (MTI) yang disebut-sebut sebagai suami Inneke Koesherawati itu telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap.

Pemburuan atas Fahmi merupakan pengembangan operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Deputi Informasi, Hukum dan Kerjasama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Eko Hadi Susilo. KPK Sudah menangkap dua anak buah Fahmi, yakni Hardy Stefanus serta Muhammad Adami Okta.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, sampai saat ini penyidik di lembaga antirasywah itu masih terus menelusuri keberadaan Fahmi. “Yang pasti dari OTT kemarin kami belum dapatkan FD,” kata Febri di kantor KPK, Kamis (15/12).

Meski demikian, penyidik sudah menetapkan Fahmi sebagai salah satu tersangka penyuap Eko Hadi. “Tapi saat ini penyidik sudah cukup yakin bahwa FD juga statusnya ditingkatkan ke penyidikan menjadi tersangka,” katanya.

Lebih lanjut Febri mengatakan, penetapan Fahmi sebagai tersangka berdasar informasi-informasi yang ada termasuk bukti-bukti yang ditemukan. “Makanya kami tetapkan empat orang jadi tersangka. FD salah satu dari pemberi,” katanya.

Menurut Febri, KPK akan terus berupaya menghadirkan Fahmi untuk menjalani pemeriksaan. “Apakah dilakukan pemanggilan atau meminta FD menyerahkan diri yang bila datang akan lebih baik lagi,” katanya.

Saat ini KPK sudah menjbeloskan Eko, Hardy dan Adami ke tahanan. Hardy kini ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat, sedangkan Adami dititipkan di Rutan Polres Jakarta Timur.

Sedangkan Eko dikurung di Rutan Klas I Jaktim cabang KPK di Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan. Eko diduga menerima suap Rp 2 miliar dalam bentuk pecahan dolar Amerika Serikat dan Singapura dari Hardy dan Adami atas perintah Fahmi.

Suap itu berkaitan proyek pengadaan alat monitoring satelit RI tahun 2016 yang bersumber dari APBN Perubahan 2016. (Fajar/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top