Bujubuneng.. Janda Hamil Nekat Bawa Kabur Emas dan Uang, Modusnya Pura-pura Cari Indekos – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Bujubuneng.. Janda Hamil Nekat Bawa Kabur Emas dan Uang, Modusnya Pura-pura Cari Indekos

TANJUNG SELOR  –  Seorang wanita berinisial NF (22) terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian. Penyebabnya karena aksi nekatnya memasuki rumah Tugiyanti (62) warga Jalan Kapur, Tanjung Selor.

Tugiyanti yang juga merupakan seorang pensiunan guru di Sekolah Dasar Negeri 001 Tanjung Selor melaporkan NF ke pihak kepolian Polres Bulungaan karena kehilangan sejumlah emas dan uang ratusan juta rupiah.

Ceritanya bermula pada Kamis (15/12) lalu. Tugiyanti baru saja menunaikan salat zuhur di kamarnya sekira pukul 13.00 Wita. Setelah itu keluar kamar menuju ruang tamu dan tiba-tiba ia terperanjat melihat sosok NFyang tak dikenalnya sudah berada di ruang tamunya.

Hanya saja, ia belum menaruh curiga pada wanita yang diketahui sedang hami 3 bulan itu. Tugiyanti pun mengajaknya berbicara seraya menanyakan maksud dan tujuan NF yang diketahui bermaksud mencari indekos.

“Saya tanyakan siapa dia, mengapa bisa masuk? Pada saat itu pagar ditutup, biasanya kalau orang baru pasti akan membunyikan pagar. Namun ini tidak ada saya dengar, wanita itu mengatakan pagar dibuka sendiri oleh dia,” jelasnya saat ditemui pasca melaporkan kejadian yang menimpanya di ruangan Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bulungan, Sabtu (17/12).

“Orang itu berdalih mencari rumah kos dan secara kebetulan dia tahu saya memiliki rumah kos di Jalan Binuang,” ucapnya.

Karena tak menaruh curiga, korban dan pelaku saling berbicara panjang lebar sembari memperkenalkan diri. Bahkan pelaku yang diketahui merupakan seorang janda beranak satu sempat meminta air minum sebelum melihat indekos milik korban. “Setelah melihat kondisi kos dimintalah nomor telepon saya untuk dihubungi jika memang berminat,” bebernya.

Dijelaskannya, karena sudah mengetahui maksud dan tujuan NF ia belum juga memiliki kecurigaan. Namun keesokan harinya, Jumat (16/12) pagi, ia kaget saat akan membayar listrik  uang di lemari kamarnya sudah tidak ada.

“Saya lihat kantong hitam tempat saya menyimpan uang dan perhiasan berupa gelang, kalung, cincin dan giwang yang jika ditotalkan ada sekitar 200 gram serta uang tunai sekitar Rp 5,5 juta, itu sudah tidak seperti seharusnya, ketika saya cek ternyata sudah hilang,” bebernya.

Karena merasa panik, dirinya pun segera menelpon NF. Sebab ia hanya wanita itu saja orang satu-satunya yang masuk ke rumahnya. Hanya saja, saat ditelpon NF mengaku sedang berada di pelabuhan Tarakan.

Dalam percakapoan via telpon itu, Tugiyanti memintanya agar NF segera ke Tanjung  Selor menemuinya. “Namun Beberapa saat kemudian NF telpon saya lagi mengatakan tidak bisa datang.” ungkapnya.

 

“Sebab takut karena menurut NF saat masuk ke rumah saya ada dua orang lagi yang masuk. Satu di pagar dan satu orang lagi masuk rumah saya. Kok tahu saya bilang,” jelasnya menirukan ucapannya saat itu.

Korban pun meminta agar NF dapat menjadi saksi di hadapan pihak berwajib. Mengingat dirinya akan melapor kepada pihak kepolisian. NF kala itu mengamini untuk menjadi saksi. “Namun beberapa saat dari itu saya dihubuungi oleh NF, dia katakan tidak bisa datang karena anaknya sakit. Kemudian sore harinya dia kembali bilang tidak bisa bantu saya karena takut dengan polisi,” bebernya.

Ia melanjutkan, karena merasa tidak dibantu oleh NF, dirinya pun segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polisi Resort (Polres) Bulungan pada sore harinya untuk ditindak lanjuti.

Nah, korban juga mendapatkan informasi dari Amat yang bekerja di bengkel pada Sabtu (17/12). “Saya cerita ke Amat kejadian yang menimpa saya itu dan menjelaskan ciri-ciri NF, lalu Amat memberi tahu ada wanita dengan ciri-ciri yang saya sebutkan terlihat ingin berangkat,” jelasnya.

“Menurut Amat, wanita tersebut memang memiliki prilaku buruk,” tambahnya.

Atas informasi itu, korban pun bergegas menemui pihak kepolisian. Ia didampingi anggota Satreskrim Polres Bulungan segera ke Dermaga Kayan II untuk mencari NF sekira pukul 08.30 Wita.

“Ternyata benar ada di pelabuhan bersiap ingin berangkat ke Tarakan. Maka NF berhasil diamankan oleh petugas kepolisian, saat ini sedang dilakukan proses. Dari pengakuannya NF bahwa benar dia yang mengambil perhiasan dan uang saya,” sebutnya.

Lanjutnya, ia berniat tidak akan memerkarakan pelaku dan bermaksud akan memaafkannya. Hanya saja jika pelaku dapat mengembalikan semua barang yang telah diambil.

Alasan akan mencabur laporannya, karena merasa kasihan. Sebab ia menilai NF masih memiliki masa depan yang panjang. Selain itu juga sedang mengandung 3 bulan yang diketahui hasil hubungannya dengan sang pacar. “Saya akan cabut laporan saya jika mampu kembalikan barang milik saya,” pesannya.

Saat dikonfirmasi, pihak Satreskrim Polres Bulungan hingga berita ini diturunkan belum dapat memberikan keterangan lebih jauh, mengingat masih dalam penanganan dan dalam proses pemeriksaan. (*/sam/keg/KPG)

Click to comment
To Top