Etdah.. Baju Buat Beli Pakaian Anak Malah Diminta Suami, Nggak Dikasih Istri Kena Bogem – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Etdah.. Baju Buat Beli Pakaian Anak Malah Diminta Suami, Nggak Dikasih Istri Kena Bogem

JALANI VISUM : RR saat menjalani proses visum di RSUD Tarakan didampingi aparat kepolisian, kemarin. (CAMSENO AGUS/KALTARA POS)

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Perayaan Natal dan tahun baru perempuan berinisial RR (20) tampaknya akan dirayakan tanpa suami. Pasalnya, sang suami yang diketahui merupakan warga Kelurahan Karang Harapan dilaporkan ke Polsek Tarakan Utara atas kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kemarin.

Semua itu bermula saat RR hendak pergi ke gereja. Niatnya, setelah pulang dari gereja, dia mau membelikan anaknya pakaian. Namun rencana itu tertunda lantaran suaminya yang belum diketahui namanya itu bertindak kasar. Tindakan suaminya itu dinilai RR sudah keterlaluan.

Bukan kemarin saja dia dianiaya. Pasangan muda yang baru menikah 2 bulan lalu itu memang sebelumnya kerap bermasalah. Keduanya sering tak sepaham hingga akhirnya berujung pada kekerasan yang dilakukan suaminya. Bahkan, suami-istri ini kerap diberi nasehat oleh ketua RT mereka agar tak mengulangi lagi pertengkaran itu dan tetap menjaga pernikahan mereka yang terbilang masih muda itu.

Dijelaskan RR, saat itu dia ke Gereja membawa uang Rp 500 ribu untuk membeli pakaian anak perempuannya. “Untuk pake beli baju anakku baru berumur 1 bulan. Waktu mau pergi, dia (suami RR, Red.) minta uang,” katanya.

Diapun memberikan uang sebesar Rp 100 ribu. Tapi entah mengapa suaminya meminta semua uang yang ada pada RR. Diduga, uang itu akan digunakan untuk berjudi. “Sempat aku kasih separo, tapi dia minta semua,” ungkapnya kepada Kaltara Pos.

Permintaan suaminya itu tentu saja membuat RR bertanya-tanya. Ditambah lagi, suaminya itu meminta dengan tegas agar anaknya tak dibelikan baju. Tensi pertengkaran pun mulai naik. Mereka pun saling adu argumen soal uang yang akan digunakan untuk membelikan anaknya baju. Karena tak bisa diatasi, RR pun langsung menelepon saudara dan orang tuanya.

Aksi inilah yang membuat suami RR naik pitam. “Aku telepon sodaraku sama orang tuaku, itu pun disangka aku telepon cowok lain. Dikiranya aku telepon pacarku, abis tuh dihantamnya aku baru dicakarnya. Pokoknya begitulah. Aku sudah ndak begitu ingat, karena waktu dihantam macam kosong pikiranku,” ungkap RR.

Setelah kejadian itu, RR pun beranjak. Dia langsung pulang ke rumah orang tuanya di Kelurahan Juata Laut. Bersama keluarganya, RR singgah untuk melaporkan kejadian itu ke Polsek Tarakan Utara.

Ipar RR berinisial NRJ juga mengaku mengetahui kondisi iparnya yang melaporkan saudaranya ke Polsek Tarakan Utara dan mengambil anaknya yang baru berusia 40 hari di rumah suaminya. “Awalnya tidak mau diberi anaknya, tapi pas tetangga-tetangga datang ngasih pengertian, akhirnya mau, dan bayinya sudah diantar kerumah orang tuanya (RR, Red.),” ungkap NRJ.

Dia juga membenarkan bahwa adik iparnya itu kerap diperlakukan kasar. Sehingga, dia menyebut wajar RR melaporkan suaminya sendiri ke polisi. “Keseharian suaminya itu tukang sabung ayam. Kalau ada uang, pasti dipakai untuk kayak itu,” kata NRJ.

Pantauan Kaltara Pos, untuk memastikan RR mendapatkan perlakukan kasar, polisi mengarahkan RR ke RSUD Tarakan untuk divisum. Hasilnya akan menjadi dasar polisi untuk menindak pelaku yang kemarin kabarnya sudah diamankan polisi di Polsek Tarakan Utara.(*/kp4)

loading...
Click to comment
To Top