Banjirnya Sebatas Dada, Tapi Kok Tak Ada Hujan dan Cerah-cera Saja – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Banjirnya Sebatas Dada, Tapi Kok Tak Ada Hujan dan Cerah-cera Saja

AIR MULAI NAIK: Sangatta Selatan menjadi salah satu langganan banjir. Pada Desember ini saja, sudah tiga kali mengalami kebanjiran. (Dhedy/Radar Kutim)

FAJAR.CO.ID, SANGATTA – Kecamatan Sangatta Selatan (Sangsel) tampaknya sudah menjadi langganan tetap bencana banjir. Salah satunya di desa Sangatta Selatan, Dusun Gunung Teknik RT 03 dan beberapa RT sekitarnya. Mulai pagi Minggu (18/12), air anak sungai Sangatta sudah meluap hingga selutut orang dewasa dipemukiman warga. Namun sejak Senin (19/12) kemarin, air sudah mencapai 1,5 meter atau sedada orang dewasa.

Kehadiran banjir tidak diketahui pasti. Pasalnya, sejak sepekan terakhir, daerah Sangatta Selatan tidak diguyur hujan lebat. Kemungkinan besar, banjir yang melanda bagian hilir disebabkan oleh banjir kiriman dari bagian hulu sungai.

“Gak ada hujan, tetapi banjirnya luar biasa dalamnya. Rumah kami disini hampir dua meter semua tingginya, tetapi tinggal setengah meter saja lagi yang tersisa,” ujar Rahmat, warga setempat.

Banjir yang demikian ini sudah yang ketiga kalinya pada bulan Desember ini. Paling terparah, banjir kedua pada pekan lalu. Banjir tersebut hampir merendam rumah warga yang tingginya dua meter. Bahkan, beberapa bangunan yang memiliki tinggi kurang dari dua meter, sudah habis direndam banjir.

“Kalau kemarin, banyak sekali rumah yang direndam air. Kalau banjir kali ini, kayaknya ada tiga rumah aja yang direndam banjir hingga selutut. Karena memang, rumah tersebut agak rendah dari yang lainnya,” kata Rahmat.

Banjir kali ini tidak ada yang memakan korban. Hanya saja, menyebabkan kerugian bagi warga sekitar. Mulai dari matinya beberapa tanaman pertanian seperti lombok, tomat, terong, labu dan sebagainya. Terparah, tak sedikit ternak warga yang turut mati akibat banjir dadakan tersebut.

“Kayaknya tahun 2016 ini yang terparah. Karena hampir setiap minggu banjir besar terus. Kalau banjir-banjir dibawah lutut, sudah sangat sering sekali. Padahal, tahun lalu gak ada banir. Kalaupun ada, setahun sekali,” katanya.

Dirinya menilai, salah satu faktor penyebab kerapnya banjir karena buruknya drainase di Sangatta Selatan. Sebab, dari pantauannya, hampir disemua jalan, drainasenya tidak berfungsi dengan baik. Bahkan, tak sedikit, jalan yang tidak memiliki drainase.

“Kami harap, Sangatta Selatan cepat digarap pembangunannya. Paling utama ialah jalan utama Sangatta Selatan. Kemudian, semua gang-gang dibenahi baik jalan maupun drainasenya,” pintanya.(dy)

Click to comment
To Top