Rencana Sudah Matang, Kabur ke Malaysia Biar Bisa Nikah, Eh.. Malah Kena Sidang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Rencana Sudah Matang, Kabur ke Malaysia Biar Bisa Nikah, Eh.. Malah Kena Sidang

FAJAR.CO.ID, NUNUKAN – Siapa sangka, kisah percintaan dua remaja ini berujung ke ranah hukum. Kasus persetubuhan pasangan kekasih berinisial, PT (14) dan AR kini masuk ke meja hijau dan menjalani persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Senin (19/12) kemarin.

Korban yang hadir di ruang sidang ditemani oleh kedua orang tuanya. Orangtua korban yang berinisial, LN (33) saat memberikan keterangannya di persidangan, bahwa terdakwa dan korban berencana kabur dan menikah di Malaysia. Namun, setelah merasa anak gadisnya dibawa kabur oleh kekasihnya, PT dan AR diamankan saat berada di Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur.

Kepada media ini, orangtua korban, LN mengaku, merasa tidak terima dengan sikap, AR yang selalu berniat membawa pergi anaknya. Dia juga menegaskan, sudah tak bisa menempuh jalan damai. “Sudah tak ada lagi jalan damai karena dia (AR,Red) selalu niat ingin bawa lari anak saya,” ungkapnya saat ditemui usai mengikuti persidangan tersebut.

Lebih lanjut, dia menerangkan, bahwa pihak keluarganya masih menginginkan anak gadisnya itu tetap melanjutkan pendidikannya. Sementara itu, diungkapkannya, PT yang saat ini masih duduk di bangku kelas tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di salah satu sekolah di Kabupaten Nunukan. “Dia harus sekolah dulu,” tegasnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan, Nurhadi menegaskan, terdakwa AR (24) didakwa dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

Dakwaannya itu, diungkapkannya, berdasarkan hasil visum korban yang sudah dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan yang dibuktikan dengan hasil keterangan visum et Repertum Nomor : 058/VR/RHS/RSUD-NNK/X/2016, 4 Oktober lalu.

“Hasil pemeriksaannya, kelamin korban tampak robekan, selaput darah tidak tampak lagi. Namun tidak tampak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” ujarnya.

Dia juga menerangkan, saat ini terdakwa masih dalam masa penahanan di rumah tahanan (Rutan) Polres Nunukan. Menurutnya, sebelum terdakwa melakukan hubungan intim layaknya pasangan suami istri. “Terdakwa sempat berjanji bersedia bertanggung jawab terhadap korban, jika korban hamil,” pungkasnya.

Perbuatan terdakwa diancam pidana pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (*/kp5)

Click to comment
To Top