Selama Setahun, Hampir 1000 WNA di Jakarta Melanggar Hukum – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Jabodetabek

Selama Setahun, Hampir 1000 WNA di Jakarta Melanggar Hukum

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Pelanggaran yang dilakukan warga negara asing (WNA) di Indonesia jumlahnya meningkat secara signifikan. Di DKI Jakarta saja, naiknya lebih dari 40 persen.

Kata Kepala Divisi Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Zaeroji, pada 2015, imigrasi telah melakukan tindakan baik projustitia maupun administrasi sebanyak 647 orang.

Hingga, di hari ini, Rabu (21/12) tindakan keimigrasian yang dilakukan hampir 954 orang.

“Ini bisa mencapai seribu. Artinya, peningkatan lebih dari empat puluh persen,” ujarnya pada sebuah diskusi di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Rabu (21/12).

Di wilayah Jakarta Pusat sendiri, tindakan keimigrasian yang dilakukan meningkat.

Tercatat dari tahun 2015 hanya ada 20 kasus pelanggaran, namun hari ini, jumlahnya mencapai 117 tindakan.

“Meningkatnya bukan 100 persen. Hampir meningkat 500 persen,” sebut Zaeroji.

Ada beberapa macam kategori pelanggaran yang dilakukan. Kebanyakan yang terjadi di DKI, mereka menyalahgunakan izin tinggal yanh diberlakukan untuk wisata.

Atau, memiliki kartu izin tinggal terbatas (Kitas) tidak sesuai peruntukannya.

“Hampir 80 persen di DKI pelanggaran yang dilakukan warga negara asing adalah izin tinggal,” tegas dia.

Zamroji menerangkan, terhadap sejumlah kasus itu, pihak keimigrasian kebanyakan melakukan tindakan hukum.

Sementara Jamrozi mengataian, sangat tidak mungkin anggota yang ada di kantor imigrasi bisa megawasi dan mengambil tindakan terhadap wna yang jumlahnya begitu banyak.

Sejauh ini, mereka bekerja sama dengan sejumlah pihak yang tergabung dalam tim pengawasan orang asing (Timpora). Diantaranya, pihak kepolisian, kejaksaan, bahkan aparat pemerintah daerah setempat.

“Karena SDM di kantor imigrasi terbatas. Rata-rata, SDM di pengawasan tidak lebih dari sepuluh sampai lima belas orang. Di wilayah Jakarta Pusat saja, dikendalikan lima belas orang di bidang oengawasan dengan mengawasi begitu banyaknya, tidak mungkin kita lakukan. Mau tidak mau kita gerakkan timpora,” pungkasnya.

Click to comment
To Top