Masih Badel, Markas PSK Akhirnya Diobrak-abrik Satpol PP, Begini Kondisinya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Masih Badel, Markas PSK Akhirnya Diobrak-abrik Satpol PP, Begini Kondisinya

Satpol PP mengamankan semua perabot yang berada dilokalisasi

FAJAR.CO.Id, BANJARMASIN – Ria Begau memang tak ada matinya. Eks lokalisasi di belakang rusunawa Jalan Tembus Mantuil itu kembali digebrak Satpol PP kemarin (20/12) pagi. Sepanjang tahun 2016, ini merupakan penertiban yang ketiga kali.

Sedikitnya ada delapan rumah yang dibongkar paksa. Diduga kuat, bisnis lendir masih berjalan secara diam-diam di Ria Begau. “Beberapa malam terakhir saya mengirim anggota untuk mengintai, hasilnya positif,” kata Kepala Satpol PP Banjarmasin Hermansyah.

Sayang, Satpol PP kalah gesit. Sama seperti penertiban sebelumnya, para mucikari dan PSK (Pekerja Seks Komersial) sudah keburu kabur lewat pintu belakang. Di dalam bilik-bilik, petugas mendapati kasur-kasur. Komplit dengan peralatan mandi dan tong air di dalam bilik.

Dinding rumah lalu dijebol. Pintu-pintu dicongkel dan diangkut. Rincian barang sitaan mencakup 19 pintu, 23 kasur, enam tong air, 26 bantal, plus ratusan bungkus kondom.

Meski tak terjadi bentrokan, suasana penertiban sempat panas. Beberapa warga sekitar meneriaki petugas. “Andai kami bertahan lama dan tidak menarik diri, kemungkinan bakal terjadi sesuatu,” imbuh Hermansyah.

Apalagi setelah Satpol PP menindak satu warung kelontongan di Ria Begau. Sempat terjadi protes, tapi petugas tak peduli. Alasannya, barang jualan warung itu melulu berupa alat kontrasepsi.

Ditanya wartawan, adakah kemungkinan PSK pindahan dari Pembatuan di Banjarbaru, ia menggelengkan kepala. Namun, diakuinya pemko sempat khawatir. Sebab, saat ramai-ramainya penutupan Dolly, sempat terjadi eksodus PSK dari Surabaya ke Kalimantan.

“Nah, kalau dari Dolly saja bisa kemari, apalagi Pembatuan yang jaraknya dekat. Tapi saya pastikan negatif. Karena di Ria Begau ini rata-rata PSK-nya sudah berumur. Beda dengan Pembatuan yang masih muda-muda,” bebernya dengan nada setengah bercanda.

Jika dilihat catatan penertiban dari tahun 2014 sampai 2016, Ria Begau terbilang objek penertiban yang paling menyedot energi Satpol PP. Lantas, adakah solusi agar Ria Begau bisa ditutup total untuk selamanya?

Ia berjanji akan segera melapor ke walikota. “Menutup Begau tidak bisa sendirian, harus lintas SKPD. Jadi dibawah koordinasi walikota langsung,” pungkasnya. (fud/fajar)

loading...
Click to comment
To Top