Profesinya Garang, Gayannya Kaya Polisi, Ternyata Begal.. – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Profesinya Garang, Gayannya Kaya Polisi, Ternyata Begal..

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA- Perawakannya yang tegap dan kulit bersih, jadi modal MM untuk menjadi penjahat. MM dengan percaya diri mengaku sebagai anggota polisi. Gaya tipu-tipu MM tersebut ternyata membuahkan hasil. Dia sudah beberapa kali sukses beraksi. MM memeras sejumlah remaja di Kota Tepian. Tapi aksi MM terhenti Senin (19/12) sekitar pukul 22.00 Wita. Dia akhirnya ditangkap polisi sungguhan.

Selama ini MM bergentayangan di Kota Samarinda, mencari remaja yang mengendarai motor dan melakukan pelanggaran. Misalnya mengendarai motor tak mengenakan helm atau kebut-kebutan. Korban-korbannya selanjutnya dihentikan, kemudian ditanyakan kelengkapan surat menyuratnya.

Setelah itu MM mengajak korban-korbannya ke markas polisi terdekat. Biasanya korban dibawa masuk lingkungan markas polisi dan disuruh duduk di pojok yang dianggap MM aman. Di situ MM mulai melancarkan aksinya, dengan bepura-pura atau mengaku-aku sebagai anggota polisi.

Dari aksinya menjadi polisi gadungan, MM sukses beberapa kali merampas motor, uang, HP maupun sejumlah barang berharga lain milik korbannya.  Agar mudah membawa kabur motor korbannya, biasanya motor korban ditinggal di suatu tempat. Korban dibonceng menuju markas polisi.

Pengakuan MM sementara, selama beberapa bulan belakangan dia sudah berhasil enam kali menjalankan aksinya. Enam tempat kejadian perkara (TKP) yang sempat diingat MM adalah, di Jalan MT Haryono, kawasan Air Hitam, Jalan Poros Kebun Raya (Jalan Poros Samarinda-Bontang) dan sekitaran Pasar Pagi.

POLISI GADUNGAN. MM (kanan) saat diminta keterangan terkait aksinya mengaku-aku sebagai polisi. Sementara MM mengaku sudah enam kali beraksi di wilayah hukum Polresta Samarinda. (rin/Sapos)

“Sementara pelaku (MM, Red)  masih menjalani pemeriksaan. Kami masih menelusuri kemungkinan ada TKP lain yang belum diakui pelaku,” beber Kapolresta Samarinda Kombes Pol Eriadi, melalui Kasat Reskrim Kompol Sudarsono, didampingi Kasubnit Jatanras Ipda Kawan.

Tertangkapnya MM berawal saat dia menjalankan aksinya di seputaran Sempaja. Saat itu MM melihat dua remaja mengendarai motor matik Honda Scoopy. Niat MM pun muncul untuk merampas motor. Kebetulan plat motor dua remaja yang namanya tak diketahui pasti itu patah.

MM langsung memepet motor kedua korban. Bergaya seperti polisi, MM bertanya kelengkapan motor dan alasan mengapa plat motor sampai patah. Setelah itu pengendara motor diajak berkeliling, dengan alasan hendak dibawa ke markas polisi untuk ditahan. MM sempat berhenti di jalan dan meminta HP serta uang milik remaja yang ditemuinya tersebut.

Apesnya saat itu MM dan korbannya yang beriringan mengendarai motor, MM di belakang dan korbannya di depan, melintas di depan markas Polsekta Samarinda Ulu di Jalan Juanda. “Saat melintas di depan kantor (markas Polsekta Samarinda Ulu, Red) korbannya berbelok dan masuk halaman. Disangka akan dibawa ke kantor,” jelas Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol Chandra Hermawan, didampingi Kanit Reskrim Iptu Yunus Kelo.

“Saat itu pelaku meneriaki korban agar terus saja. Kebetulan beberapa personel kami usai melakukan patroli dan curiga,” Yunus menambahkan.

Akhirnya korban MM ditanya dan setelah duduk persoalan jelas, polisi pun mengejar MM. Sempat kejar-kejaran, MM berhasil diadang polisi di sekitaran Komplek Wijaya Kesuma. “Setelah kami interogasi pelaku mengakui aksinya. Dia mengaku habis merampas uang dan HP korban,” tutur Yunus.

Lucunya saat menjalani pemeriksaan di kantor polisi, MM yang bergaya tegas di depan korbannya ciut. MM berkali-kali merengek dan menangis di depan polisi memohon agar tak dipenjara. Ulah MM menjadi gurauan penyidik yang menginterogasinya. (rin/nha)

Click to comment
To Top