Ternyata Pembunuhan Mahludin Sadis Banget, Nih Lihat Prosesnya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Ternyata Pembunuhan Mahludin Sadis Banget, Nih Lihat Prosesnya

reka ulang pembunuhan Mahludin

FAJAR.CO.ID, SAMPIT- Reka ulang adegan pembunuhan terhadap Mahludin (54) akhirnya digelar Polres Kotim, Selasa (20/12). Tim penyidik juga memastikan jika tersangka Samsul lah yang menjadi eksekutor atau penebas leher korban hingga nyaris putus. Bahkan aksi pembunuhan itu lebih dulu dirancang satu minggu sebelumnya bersama tersangka berinisial S (DPO).

Kapolres Kotim, AKBP Hendra Wirawan melalui Kasat Reskrim, Iptu Reza Fahmi mengatakan, motif pembunuhan atas dasar balas dendam. Tersangka Samsul tidak terima lantaran saudaranya tewas di tangan anak korban sewaktu menjadi TKW di Malaysia.

“Kepastian sebagai eksekutor ini setelah tersangka dalam pemeriksaannya mengakui seluruh perbuatannya. Sedangkan dalam pelaksanaan rekonstruksi  ada 32 adegan yang diperagakan,” kata kasat.

Dalam rekonstruksi pembunuhan tersebut, tersangka Samsul memperagakan setiap adegan. Bahkan semenjak baru datang dari luar Kalteng, tepat satu minggu sebelum pembunuhan terjadi. Ia bersama tersangka S kemudian menginap di salah satu hotel sambil merancang aksi pembunuhan.

Setelah beberapa hari melakukan teror dan pengintaian terhadap korban, akhirnya eksekusi pembunuhan dilakukan didepan istri dan sepupu korban. Tepatnya saat korban melintas di Jalan Kapten Mulyono, Gang Gambut Ketapang pada akhir November lalu.

“Tersangka memang sudah menyiapkan secara matang aksi pembunuhan yang dilakukannya. Dan apa yang dilakukan pada saat rekonstruksi sudah sesuai dengan hasil pemeriksaan,” ungkap kasat.

Saat reka ulang adegan, tersangka Samsul menggenggam sebilah senjata tajam jenis sambil diboncengi tersangka S. Sajam itu ia tebaskan saat berpapasan dengan korban.

Usai melakukan aksinya, kedua tersangka langsung melarikan diri. Namun setelah beberapa jam, Samsul menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya. Sedangkan tersangka S masih dalam pengejaran. Untuk pasal yang dikenakan, penyidik membidiknya dengan Pasal 340 KUHP. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Kami juga masih melakukan pengejaran terhadap tersangka yang masih melarikan diri. Informasi yang kami dapat menyebutkan jika tersangka ini sudah meninggalkan Kota Sampit,” ucap Reza. (son/ang)

Click to comment
To Top