Alami Gangguan Jiwa, Pelaku Pemerkosa Ibu Kandung dan Ponakan Tidak Ditahan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Alami Gangguan Jiwa, Pelaku Pemerkosa Ibu Kandung dan Ponakan Tidak Ditahan

FAJAR.CO.ID, BONTANG – Terduga pelaku pemerkosaan ibu kandung dan keponankan, RH (28) tak ditangkap polisi lantaran pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan.

Hal itu membuat warga yang tinggal di RT 03 Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Kalimantan Timur (Kaltim) resah. Pasalnya, HR kerap berbuat ulah.

Ketua RT 03 Kanaan, Yulianus Alwi mengatakan, HR sering berulah dan membuat warga resah. HR sempat marah-marah dan teriak-teriak mencari ibunya, sampai merusak pagar Pos Kamling.

Yulianus Khawatir warga semakin resah jika pihak kepolisian tak bisa memproses dan menangkap HR.

“Kami takut, kami resah, tapi polisi tak bisa proses. Karena tak punya bukti kuat. Kami takut, apa nunggu ada korban, baru bisa diproses ya,” ucap Yulianus diamini beberapa warga yang ikut mengantar YB ke kantor polisi kemarin.

Diakui Yulianus, satu keluarga ini memang penuh masalah. Mereka tinggal satu atap. HR tak hanya memperkosa ibu kandungnya, tapi juga keponakannya yang masih di bawah umur.

Sebelum diperkosa HR, korban juga pernah diperkosa oleh ayah HR, yang saat ini sudah mendekam di Lapas Kelas III Bontang.

Sejak MT (adik HR) meninggal akibat tumor, putrinya yang pernah diperkosa HR dan ayah HR langsung dibawa oleh tim LK3 ke Panti asuhan di Samarinda. Sebab, ditakutkan jika tetap berada di rumah tersebut, akan membahayakan nasib bocah-bocah cilik, yang masih berusia antara 6-10 tahun tersebut.

Sementara itu, pihak LK3 mengaku kesulitan, sebab RPTC maupun rumah singgah, pada akhir Desember habis masa kontrak. Sehingga mau tidak mau YB pun harus hengkang dari tempat tersebut. Namun untuk dikembalikan ke rumahnya tidak mungkin, sebab di sana ada HR alias HR. Karena itu, kemarin, terlihat tim LK3 sibuk mencari info, di mana panti non-muslim yang bisa ditempati YB. (Fajar/pojoksatu)

loading...
Click to comment
To Top