Selama 2016, Ini 4 Kasus Pemerkosaan Ibu Kandung oleh Anak Sendiri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Selama 2016, Ini 4 Kasus Pemerkosaan Ibu Kandung oleh Anak Sendiri

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Sepanjang 2016, di Indonesia, tercatat ada empat kasus pemerkosaan ibu kandung oleh anak sendiri.

Kasus bejat itu terjadi di sejumlah daerah. Paling terbaru, di Kalimantan Timur (Kaltim), seorang ibu berinisial YB (55) mengaku diperkosa anak kandungnya HR (28).

Kasus yang terjadi di RT 03 Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat. Namun kasus tersebut tidak bisa diproses kepolisian lantaran korban masih depresi.

Berikut ini 4 kasus anak perkosa ibu kandung yang terjadi di sejumlah daerah sepanjang tahun 2016.

1. Hidayat Perkosa Ibu Kandung Usai Konsumsi Narkoba

Pada bulan November 2016 lalu, seorang pria bernama Hidayat Shah (42) tega memperkosa ibu kandungnya, Hanifah (74) usai mengkonsumsi narkoba.

Pria lajang tua yang merupakan warga Komplek TKBM, Blok G, Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan ini akhirnya diusir warga dari kampung tersebut, Senin (28/11/2016).

Aksi bejat pelaku terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, ketika warga sedang terlelap di rumahnya masing-masing, tiba-tiba dikejutkan oleh suara jeritan, Hanifah.

Rupanya korban berteriak karena tubuh rentak wanita ini digerayangi anak kandungnya sendiri.

Mendengar jeritan korban, warga pun berbondong-bondong mendatangi rumah tersebut.

Di dalam kamar, mereka mendapati busana nenek berusia lebih dari setengah abad ini terbuka. Sedangkan, Hidayat bersembunyi di kamar sebelah.

“Dari pengakuan nek Hanifah, dia mau diperkosa anaknya. Karena terkejut lalu berteriak,” ujar Samsul Lubis (45), warga setempat.

Kejadian anak perkosa ibu kandung, sontak membuat geram warga.

Apalagi, pelaku melakukan perbuatan tersebut diduga dalam kondisi pengaruh narkoba. Sebelumnya sudah pernah memperkosa ibu yang telah melahirkannya itu.

“Dia itu (Hidayat) sering pakai sabu. Kabarnya saat sakau ibu kandungnya jadi pelampiasan nafsu birahi pelaku,” tutur Samsul.

Warga yang marah, sempat menghajar pelaku. Tapi, anehnya sang ibu malah melindungi putra ketiganya tersebut.

Bahkan, ketika warga hendak membawa Hidayat ke kantor polisi, Hanifah malah melarangnya.

“Aneh, saat pelaku mau dibawa ke polisi, ibunya melarang. Mereka memilih untuk meninggalkan kampung ini,” ungkap Samsul.

Lurah Sei Mati, H Thamrin Lubis saat ditanyai membenarkan adanya kejadian dimaksud.

Disebutkannya, ibu dan anak tidak sempat dibawa ke Polsek Medan Labuhan karena diusir oleh warga.

“Pelaku dan ibunya diusir warga. Sebab, warga sudah geram melihat perbuatannya,” kata Thamrin.

2. Joni Perkosa Ibu Kandung di Dalam Kamar

Herkulanus alias Joni memperkosa ibu kandungnya sendiri TD (71). Pria 50 tahun ini memperkosa wanita yang melahirkannya di kediaman mereka, Jalan Raya Singkawang-Bengkayang, Kelurahan Nyarumkop, Singkawang Timur, Kalimantan Barat, Rabu (1/6/2016) sekitar pukul 17.00.

Kejadian itu bermula saat pria yang bekerja sebagai buruh bangunan itu baru pulang dari Bengkayang.

Begitu sampai di rumah, Joni makan dan nonton di ruang tamu. Joni heran, karena tidak melihat ibunya.

Dia mengetuk pintu kamar dan ibunya langsung membukakan pintu. Tersangka langsung masuk ke kamar ibunya.

“Dia menanyakan kondisi saya. Saya jawab, kaki saya sakit. Dia kemudian memegang kaki saya yang lagi berbaring di atas tempat tidur,” cerita TD di Mapolsek Singkawang Timur, Jumat (3/6/2016).

Saat memegang kaki ibunya yang lagi berbaring, Joni melihat organ vital ibunya yang saat itu hanya menggunakan daster, namun tidak menggunakan celana dalam.

Tiba-tiba muncul nafsu birahi tersangka, sehingga dia mendekap ibunya. Dari atas pelaku memegang kedua tangan ibunya sekuat tenaganya.

Saat itu TD melakukan perlawanan dengan meronta-ronta, namun tidak dapat berteriak.

Sambil memegang ibunya, Joni membuka pakaiannya. Dia langsung menindih sambil memegang kedua tangan ibunya.

“Alat kelamin saya robek, dan akhirnya saya dibawa ke rumah sakit dan sudah dirawat,” ujar TD.

Usai menggagahi ibunya, tanpa merasa bersalah Joni kembali berpakaian dan menonton televisi. Tak lama ia melihat ibunya akan keluar rumah.

“Dia tanya saya kenapa keluar rumah, dan saya jawab, saya akan melaporkannya ke polisi,” jelasnya.

Joni mengejar ibunya yang sudah di luar rumah. Dia meminta agar tidak memberitahukan apa yang dilakukannya kepada orang lain.

Namun TD bersikeras dan tersangka membiarkannya.

“Saya tahu dia suka mabuk-mabukan, tapi saat itu saya tidak mencium bau minuman keras di mulutnya,” ungkap TD.

Kapolsek Singkawang Timur, Iptu R Sudirman, menegaskan, tersangka tidak mengalami gangguan jiwa.

Juga tidak di bawah pengaruh minuman keras, melainkan atas keinginan sendiri.

Tersangka Joni dijerat Pasal 285 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

“Saat tiba di rumah, tersangka langsung masuk dan mengetuk pintu kamar ibunya. Saat pintu dibuka, tersangka langsung menindih ibunya sehingga terjadilah tindak pemerkosaan,” kata Kapolsek.

3. Anak Perkosa Ibu Kandung hingga Hamil dan Melahirkan

Seorang pemuda berinisial SPR (20) memperkosa NRH hingga hamil dan melahirkan. Parahnya, bayi tak berdosa yang dilahirkan NHR malah dibuang.

Kasus ini sempat menggegerkan warga Gegerung, Dusun Cemperoan, Pringgabaya, Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Mei 2016 lalu.

Hubungan gelap ibu dan anak kandung itu terjadi ketika suami NHR pergi ke Malaysia menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI).

Saat itu, NHR hanya tinggal dengan anak laki-lakinya, SPR.

Informasi yang dihimpun, cinta terlarang ibu dan anak itu tumbuh setelah NRH berpisah dengan anaknya cukup lama.

NHR yang sempat menjadi TKW di Malaysia meninggalkan SPR saat masih berusia 3 tahun.

Kala itu, NHR meninggalkan SPR karena ingin mencari kerja ke Malaysia.

NHR dan SRP baru bertemu kembali setelah berpisah selama 17 tahun.

NHR yang merupakan warga Gegerung, Dusun Cemperoan, Pringgabaya pulang kampung dan mendapati anaknya sudah dewasa, 20 tahun.

Benih-benih cinta terlarang ibu dan anak itu kemudian tumbuh subur. Hal itu diperparah dengan kondisi NRH yang kesepian ditinggal pergi suaminya menjadi TKI di Malaysia.

Di saat NRH kesepian, NRH butuh kehangatan. Pada saat bersamaan, anak kandungnya yang sering mabuk tak bisa mengendalikan diri, sehingga ibu dan anak kerap berhubungan badan layaknya suami istri.

Dalam keadaan setengah sadar itu, SPR kerap menggauli ibu kandungnya sendiri. Tak cuma sekali, SPR dan NRH berulang kali melakukan hubungan badan.

Cinta terlarang ibu dan anak itu membuat NHR hamil. Tapi bayi hasil hubungan gelap itu dibuang ke pantai lalu ditemukan warga. Kasus ini pun terungkap dan langsung ditangani Polres Lotim.

Pasca melahirkan, NRH masih dirawat di puskesmas. Kasus ini pun ditangani sepenuhnya oleh unit PPA Polres setempat. SPR sudah mengakui perbuatan bejatnya.

Hasil penulusuran Radar Lombok (Jawa Pos Group/Grup Pojoksatu), NRH ternyata masih berstatus istri dari Syam, warga Desa Songak, Kecamatan Sakra.

Syam merupakan suami kedua NRH. Keduanya baru dua tahun menikah. “Suaminya kini masih di Malaysia,” kata Rail, adik kandung NRH.

SPR dan NRH akhirnya ditahan. NHR ditahan setelah menjalani perawatan di puskesmas pascamelahirkan.

Dia ditahan karena diangggap ikut terlibat membuang bayi hasil hubungan gelapnya dengan sang anak kandung SPR. Dia ditahan di Rutan Selong.

“Penahanan NRH ini terkait dengan kejahatan pidananya karena ikut terlibat membuang bayinya tersebut,” terang Kanit PPA Polres Lotim Aiptu I Nyoman Samba.

4. Anak Perkosa Ibu Kandung dan Keponakan

Seorang ibu di Bontang Barat Kalimantan Timur, YB (55) mengaku diperkosa anak kandungnya sendiri, HR (28). Kasus pemerkosaan ibu 9 anak ini telah dilaporkan ke polisi.

Selain memperkosa ibu kandung, HR juga pernah memperkosa keponakannya sendiri yang masih di bawah umur.

Pemerkosaan terhadap keponakannya pernah dilaporkan adik kandung HR ke polisi. Namun polisi tak bisa memprosesnya lantaran tidak ada bukti.

Hal serupa juga terjadi ketika YB melaporkan HR ke polisi atas dugaan pemerkosaan. Polisi tidak bisa menindaklanjuti laporannya karena kurang bukti.

Selain itu, YB juga mengalami gangguan kejiwaan. Diduga, YB depresi lantaran masalah yang dialami keluarganya.

Kapolres Bontang AKBP Andy Ervyn, melalui KBO Sat Reskrim Iptu Jimun mengatakan, pernyataan korban bahwa dia diperkosa anak kandungnya masih diragukan, karena korban terdiagnosis mengalami depresi.

“Keterangan ibunya sebagai korban masih diragukan karena kondisi yang kurang sehat, sehingga tidak mungkin dilanjutkan jika korbannya mengalami gangguan kejiwaan,” jelas Jimun di Polres Bontang.

Jimun mengimbau agar warga yang sudah mengetahui agar menghindar. “Kami tak bisa proses pelakunya karena kurang saksi,” ujarnya.

loading...
Click to comment
To Top