Buruh Ilegal Tiongkok Marak, Ini Masalah NKRI – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Buruh Ilegal Tiongkok Marak, Ini Masalah NKRI

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Maraknya tenaga kerja asing (TKA) ilegal asal Tiongkok membuat Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang berang.

Jaang menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda memeriksa TKA di seluruh perusahaan di Kota Tepian, julukan Samarinda.

Instruksi tersebut juga berlaku wajib bagi camat dan lurah.

“Ini masalah NKRI. Memang kita tidak berjuang merebut kemerdekaan. Tapi sekarang tanggung jawab kita menjaga NKRI. Jangan sampai seperti Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) baru ketahuan setelah sudah banyak. Begitu juga TKA ilegal. Dibiarkan lima sampai sepuluh tahun ke depan hancur bangsa ini,” ujar Jaang sebagaimana dilansir Kaltim Post, Jumat (23/12).

Dia menegaskan, tak ada tempat bagi pekerja asing ilegal dengan dokumen kerja tidak resmi di Samarinda.

“Warga Samarinda saja susah dapat kerja. Saya  dulu waktu di perusahaan pernah juga mempekerjakan orang asing. Tapi, tidak sebagai pekerja kasar. Kalau ada sifatnya hanya alih teknologi. Ada batasan waktunya, bisa satu sampai dua tahun. Bukan menjadi buruh kasar seperti yang marak ditemukan sekarang,” papar dia.

Larangan tersebut, menurutnya, penting ditegakkan demi menjaga kesempatan para pencari kerja lokal untuk mendapat pekerjaan yang layak.

Selain itu, juga untuk memastikan Samarinda menjadi bagian yang turut menjaga kedaulatan negara dari upaya infiltrasi asing.

“Jangan sampai seperti Gafatar. Disnaker, camat, dan lurah harus turun ke lapangan periksa. Jangan dianggap remeh,” jelas Jaang.

Sebagaimana diketahui, Kantor Perwakilan (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kaltim mengamankan 12 TKA asal Tiongkok, Kamis (22/12).

TKA yang diamankan, yakni Xu Guiyi (40), Bao Mingcheng (22), Gao Jinzhong (37), Pan Shumu (43), Xu Zhengyong (45), dan Yu Haiming (42).

Ada juga Yi Zhenggang, Wang Chao, Yuan Changhai, Zou Yaoping, Zhang Xiaosi (45), serta Liu Song (29).

Mereka bekerja secara ilegal di proyek PLTU Muara Jawa, Kutai Kartanegara. (Fajar/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top