Dinyatakan Hilang 6 Hari, Ternyata Gadis Cantik Ini Sudah Jadi Korban Trafficking – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Dinyatakan Hilang 6 Hari, Ternyata Gadis Cantik Ini Sudah Jadi Korban Trafficking

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN  –  Dua orang gadis belia usia 14 dan 18 tahun, Mawar dan Melati -bukan nama sebenarnya-  awalnya dikabarkan hilang dari rumah dalam waktu cukup lama. Salah seorang dari keduanya disebutkan sudah hilang sejak 16 November 2016, namun orangtuanya baru melapor ke Polda Kaltim pada Selasa (20/12) lalu. Sebelumnya orangtua gadis ini hanya menerka apakah putrinya kabur atau diculik.

Pasca laporan masuk ke Polda Kaltim, petugas Jatanras Polda Kaltim langsung melakukan penelusuran terkait keberadaan Melati. Berawal dari pencarian info di sekolah Melati, sebuah SMA swasta di Balikpapan, hingga ke tempat-tempat lain termasuk beberapa terminal transportasi darat, laut, maupun udara.

Petugas pun melakukan pencarian di beberapa tempat hiburan. Hasilnya, sebuah informasi terkait anak di bawah umur (ABG) tengah melayani tamu di sebuah hotel. Petugas kemudian melakukan lidik lebih lanjut dan pengintaian.

Tiba di hotel yang dimaksud, ternyata tamu kamar tersebut tidak kembali. Mulailah petugas melakukan pelacakan. Pada Kamis (22/12) sekira pukul 18.35 Wita, Melati ditemukan bersama seorang ABG lainnya, Mawar sedang berada di rumah seorang yang disebut Mami. Diduga, Mami ini adalah penyalur perdagangan manusia (human trafficking) di kawasan Jalan Letjen Suprapto, RT 06, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat.

Saat ini Mami diamankan di Mapolda Kaltim. Jatanras Polda Kaltim mengungkap kasus human trafficking, sementara dua orang korban telah dikembalikan kepada orangtua masing-masing.

Direktur Reskrimum Polda Kaltim, Kombes Pol Winston Tommy Watuliu menyebut bahwa pihaknya saat ini masih melakukan pengembangan. Mami yang telah ditetapkan sebagai tersangka terbukti melakukan human trafficking, karena korban juga telah mengalami eksploitasi. “Saat ini korban masih menjalani recovery karena mengalami trauma dan ketakutan,” terangnya.

Pengungkapan kasus ini terbilang cepat, yakni dalam waktu tiga hari setelah dilaporkan. Korban telah hilang sekitar enam pekan. Masalah orang hilang, menurut Winston termasuk atensi Polda Kaltim, sehingga pencarian dilakukan sedetail mungkin.

 

JANGAN MUDAH PERCAYA LOWONGAN KERJA DAN BEASISWA

Dia menambahkan, pencarian awal memang dimulai dari lingkungan pergaulan korban hingga ke tempat-tempat yang dicurigai. Human trafficking merupakan kejahatan serius dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara. Pelaku dikenai pasal 2 ayat 1 UU TPPO/2007.

“Beruntung anak ini keadaannya masih baik. Untuk kemungkinan korban lain masih kami telusuri. Kami minta bagi orangtua yang punya anak gadis dapat memahami modus-modus yang mengarah pada perdagangan manusia,” lanjutnya.

Beberapa modus tersebut, di antaranya dengan menawari rekrutmen dan beasiswa yang mudah dan sedikit syarat.

Winston menjelaskan, jika ada pihak menawarkan pekerjaan dan beasiswa ke tempat-tempat tertentu, maka harus diperhatikan dan dikonfirmasi kebenarannya. Mulai dari perusahaan, alamat, dan lokasi yang ditawarkan harus dipahami. “Jangan ragu melapor dan bertanya ke petugas polisi,” imbuhnya. (bp-21/war/k1)

Click to comment
To Top