Dua Pencuri Ternyata Incar Popok Bayi Seharga Rp900 Juta – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Dua Pencuri Ternyata Incar Popok Bayi Seharga Rp900 Juta

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA- Gara-gara popok bayi, dua pemuda berinisial AK dan AD harus merasakan hidup di balik jeruji penjara. Dua sekawan itu diringkus anggota Unit Jatanras Polresta Samarinda, Rabu (21/12) lalu. Tak tanggung-tanggung, AK dan AD mencuri popok bayi dari sebuah gudang di Komplek Pergudangan di Jalan Ir Sutami, Sungai Kunjang. Total kerugian perusahaan distributor popok bayi akibat ulah AD dan AK itu, mencapai Rp 900 juta.

Keduanya berkomplot membobol gudang popok bayi. Aksi keduanya berlangsung sejak September 2016 lalu. AK dengan mudah menjalankan aksinya, karena dia mengenal situasi dalam gudang. Soalnya AK sebelumnya pernah bekerja di gudang popok bayi itu.

AK kemudian dipecat karena menggelapkan uang hasil penjualan popok bayi. Sampai akhirnya AK yang sakit hati mencari cara membongkar gudang popok. AK pun dapat cara, dia membongkar gembok pintu samping gudang yang selama ini tak terpakai.

Sekali menjalankan aksinya AK yang mengajak AD ketagihan. Akhirnya lewat pintu samping gudang yang selama ini tak pernah dicek, AK dan AD berkali-kali menjalankan aksinya. Pencurian AK dan AD dilakukan malam. Agar tak menimbulkan kecurigaan, AK dan AD mengambil sedikit demi sedikit.

Sampai akhirnya pihak perusahaan pemilik gudang curiga. Setelah dicek, ternyata memang stok popok bayi banyak berkurang. Akhirnya kasus ini dilaporkan ke polisi. Hasil penyelidikan polisi, ternyata pencuri masuk lewat pintu samping.

“Kami terus melakukan pengawasan dan mencari informasi. Kami dapat info kalau pelaku (AK, Red) yang sudah lama tak bekerja di sana sering berkeliaran dekat gudang,” tutur Kapolresta Samarinda Kombes Pol Eriadi, melalui Kasat Reskrim Kompol Sudarsono didampingi Kasubnit Jatanras Ipda Kawan.

Akhirnya polisi pun menangkap AK dan AD di kediamannya di kawasan Samarinda Seberang.

“Semula pelaku sempat membantah, tapi setelah kami tunjukkan bukti dan saksi, mereka mengakui pencurian itu,” urai Kawan.

Pengakuan AK, uangnya sudah habis digunakannya untuk bermain judi. “Pengakuan pelaku dia gemar bermain judi, namun saat ini masih kami minta keterangan,” beber Kawan.

Kemudian AK dan AD juga menerangkan, selama ini popok bayi hasil curian mereka jual ke wilayah luar Kota Samarinda. Seperti wilayah Sangatta, Kutai Timur (Kutim) agar tak ketahuan pihak perusahaan.

“Saat ini ada beberapa dos popok bayi yang sudah berhasil kami sita dan amankan sebagai barang bukti. Proses pengembangan penyidkkan masih berlanjut,” jelas Kawan.
Akibat ulahnya AD dan AK sudah ditahan. Mereka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman kurungan penjara di atas lima tahun. (rin/nha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top