Dari Walikota Jakarta Timur Hingga Jokowi Pernah Makan Malam di Rumah Dodi Triono – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Dari Walikota Jakarta Timur Hingga Jokowi Pernah Makan Malam di Rumah Dodi Triono

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Korban pembunuhan sadis, Dodi Triono (59) dikenal sebagai arsitek sekaligus pengusaha yang kenal dengan pejabat tinggi.

Dodi ditemukan tewas mengenaskan pada Selasa (27/12) bersama lima orang lainnya di kamar mandi berukuran 2×1 meter di kediamannya di Jalan Pulomas Utara No 7A, Jakarta Timur.

Penyebabnya karena mereka kekurangan oksigen setelah sekitar 17 jam disekap di dalam kamar mandi tanpa ventilasi.

Di mata Abdul Ghani, Ketua RW 16, Dodi adalah tokoh masyarakat sekitar.

“Pak Dodi yak kami kenal itu pengusaha sukses, Dia juga dikenal punya jaringan luas ke kalangan pejabat,” kata Ghoni.

Ghani menyebut, Dodi pernah mengundang Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana dan Camat Pulogadung ke rumahnya.

Bahkan, Ghani juga menyebutkan bahwa, Dodi dekat dengan Jokowi saat menjadi gubernur DKI Jakarta.

“Pak Jokowi baru jadi gubernur satu bulan saja langsung makan malam sama Pak Dodi, sama saya bareng,” tutur Gani.

Gani menuturkan, Jokowi bahkan sempat menawarkan bantuan ke Dodi. “Mas apa yang bisa saya bantu,” ujar Gani menirukan ucapan Jokowi.

Karenanya Ghani pun meyakini Dodi lebih dari sekadar kenal dengan Jokowi karena bisa mengundang mantan wali kota Solo itu makan malam bareng.

“Saya yakin punya kedekatan,” tegas Ghani.

Sementara itu Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana mengakui bahwa Dodi merupakan tokoh masyarakat di Pulomas.

Dia juga mengakui pernah bertandang ke kediaman Dodi di Pulomas untuk jamuan makan malam.

“Saya dan camat pernah berkunjung, pas keliling-keliling. Kebetulan yang bersangkutan tokoh di sekitar situ. Kami makan bersama dan saya foto-foto saja nempel di mobilnya,” kata Bambang.

Berdasarkan data kepolisian, enam korban meninggal dunia adalah pemilik rumah Dodi Triono (59), Diona Arika Andra Putri (16/anak Dodi), Dianita Gemma Dzalfayla (9/anak Dodi), Amel (teman anak Dodi), Yanto (sopir), dan Tasrok (40/sopir).

Lima korban yang masih hidup adalah Emi (41), Zanetta Anette Kslila (13), Santi (22) yang merupakan pembantu, Fitriani (23), dan Windy (23).

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengaku belum mengetahui apakah motif peristiwa tersebut terkait dengan perampokan atau dugaan lain.

loading...
Click to comment
To Top