Petani Sampai Stres Gara-gara Serangan Monyet – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Petani Sampai Stres Gara-gara Serangan Monyet

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, TALISAYAN – Petani di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih, dibuat puising oleh monyet. Pasalnya, primata tersebut membuat sejumlah areal pertanian milik warga di kilometer 25-28 Kampung Tembudan, gagal panen.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun Berau Post, Minggu (25/12) dari sejumlah petani di areal tersebut, tidak hanya sawah yang gagal panen, namun, tanaman pohon buah-buahan pun turut dirusak oleh para monyet yang jumlah mencapai ratusan ekor.

Seperti yang dialami Ramli, warga RT 01 Kampung Tembudan. Ia mengungkapkan, banyak tanaman petani di Kampung Tembudan rusak akibat diserang monyet. Menurutnya, monyet tersebut memang sudah cukup lama mengganggu dan merusak tanaman padi milik masyarakat.

“Kalau monyet di sekitar sini memang banyak dan merusak tanaman padi milik petani di daerah ini,” katanya kepada Berau Post, kemarin (25/12).

Ramli mengatakan, dirinya pernah memergoki monyet secara bergerombol beada di areal sawah miliknya. Ramli menuturkan, monyet tersebut melakukan aksinya pada pagi hari, saat petani belum beraktivitas.

“Monyet terkadang menyerang secara bergerombol dan selalu pagi hari. Makanya kita semakin sulit untuk mengusir. Selain itu kita tidak mengetahui di mana sarang monyet tersebut berada,” jelasnya.

Meskipun lanjut dia, kerusakan akibat monyet tersebut tidak seperti babi. Tetapi, jika dibiarkan terus-menerus akan mengakibatkan hasil panen menurun dan bahkan terancam gagal panen.

Akibat serangan monyet tersebut, dirinya terpaksa menunda pekerjaannya di salah satu perusahaan yang ada di Kecamatan Batu Putih, demi menjaga tanamannya. “Mau tidak mau harus ditunda, sebab kalau ditinggalkan padi ini jelas akan rusak dan kami tentu akan merugi,” terangnya.

Warga lainnya, Ahmad turut mengalami hal serupa. Selain memakan buah, monyet-monyet juga memakan daun padi dan jagung. Terutama untuk tanaman kebun yang masih muda. “Karena meskipun padi masih belum berbuah, batang pohon padi itu dia belah dan umbutnya diambil untuk dimakan,” bebernya.

Para petani sebenarnya telah berupaya mengusir monyet-monyet tersebut menggunakan anjing penjaga. Namun karena populasi monyet di kampung tersebut, sangat banyak, sistem mengusir menggunakan anjing sudah tidak efektif. Sehingga petani terpaksa menggunakan senapan angin untuk mengusir hama tersebut.

“Kami berharap, pemerintah segera mengambil tindakan. Karena jika seperti ini, seluruh keringat yang terkuras untuk kegiatan bertani menjadi sia-sia,” pungkasnya.(*/jun/rio)

loading...
Click to comment
To Top