Pemilik Barang Ilegal Asal Malaysia Masih ‘Sembunyi’ – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Pemilik Barang Ilegal Asal Malaysia Masih ‘Sembunyi’

DIPROSES: Daging Alana dan barang Malaysia yang diamankan dari 4 speedboat Minggu lalu (25/12) masih diproses pihak kepolisian. (RAMLI/KALTARA POS

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Penggagalan penyelundupan daging impor asal Malaysia, minuman keras dan barang lainnya oleh Patroli Kemanan Laut (Patkamla) Mamburungan dan Speedboat 40 PK saat melaksanakan patroli di perairan Juwata, saat ini masih dalam pendalaman petugas.

Penggagalan penyelundupan itu setelah petugas memeriksa sebanyak 4 speedboat secara ramdom, dan akhirnya menemukan barang tersebut yang dibawa dari Sungai Nyamuk, Sebatik dan Nunukan.

Adapun keempat speedboat tersebut bernama SB. Dewa Sebakis Sakti yang membawa burger sebanyak 72 bungkus dengan nama pemilik Satrio, speedboat SB. DC-10 Express yang mengangkut daging merek Allana sebanyak 60 bungkus, SB. Sadewa membawa daging Allana 60 bungkus, pentol 24 bungkus, dan SB. Sadewa Express membawa daging dan hati sebanyak 34 bungkus, pentol 6 bungkus, sayap 15 bungkus, daging babat 7 bungkus, sosis 40 bungkus, burger 7 bungkus dan miras merek Mountain Chivas sebanyak satu dos berisi 12 botol.

Dikatakan Komandan Lantamal XIII Tarakan, Laksamana Pertama TNI Ferial Fachroni melalui Asops, Letkol Laut (P) Sandharianto, semua speedboat itu diperiksa secara random oleh petugas Angkatan Laut. Saat itu speedboaat reguler itu juga tengah mengangkut penumpang dari Nunukan dan Sebatik tujuan Tarakan.

“Jadi, yang mengakui itu hanya satu orang saja, yakni Satrio sebagai pemilik barang ilegal tersebut. Sementara yang lain tidak ngaku, yang lain tidak merasa memiliki barang bukti ini,” ungapnya kepada sejumlah media.

Dikatakannya, speedboat yang terbukti membawa barang bukti tidak dilakukan penahanan. Sementara untuk Satrio pemilik barang yang diduga sebagai pelaku diserahkan aparat kepolisian untuk memprosesnya lebih lanjut.

“Speedboat tidak kami tahan hanya barang bukti saja. Nanti akan kita serahkan kepada Polres Tarakan untuk proses hukumnya selanjutnya,” ujar Sandharianto.

Lanjutnya, Patkamla yang dilakukan pihaknya masih dalam tim gabungan yang meliputi aparat keamanan wilayah kemaritiman, tidak hanya Lantamal XIII Tarakan saja.  “Ini tim gabungan dari pak Walikota, semua ikut dalam proses ini unsur kemaritiman,” tuturnya.

Ditambahkan Kasi Karantina Tumbuhan Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, Mustamin, dari pengakuan pemilik barang ilegal tersebut, sebagian barang itu merupakan titipan. Kemudian ada juga barang yang memang dibawa oleh Satrio. “Begitu lah dengan kondisinya pemilik tidak mengakui kalau itu barangnya,” cetusnya.

Satrio diduga melanggar pasal 6 huruf a,b,c jo pasal 31 huruf a dengan sengaja pidana 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta untuk UU No 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. (ar)

loading...
Click to comment
To Top