Ini Kronologis Pembunuhan Sadis Pulogadung Versi 2 Tersangka – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Ini Kronologis Pembunuhan Sadis Pulogadung Versi 2 Tersangka

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah memeriksa Erwin Situmorang dan Alfins Bernius Sinaga yang menjadi tersangka perampokan dan penyekapan terhadap keluarga Dodi Triono. Hasilnya, polisi mengantongi kronologis perampokan yang mengakibatkan enam orang tewas itu.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Suyono, niat kompolotan pimpinan Ramlan Butarbutar itu merampok muncul pada Sabtu (24/12) atau dua hari sebelum kejadian pada Senin (26/12). Saat itu, Ramlan alias Polkas dan komplotannya sedang mencari makan di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan, Pulogadung, Jakarta Timur.

Selama berkeliling, Ramlan memerhatikan rumah-rumah yang dilaluinya. Selanjutnya, Ramlan menyampaikan usul tentang merampok salah satu rumah di daerah itu.

Ramlan dan anak buahnya kemudian berhenti di rumah makan padang di samping Akademi Maritim Nasional Jaya, Pulogadung, Jaktim. Saat perjalanan pulang, Ramlan sambil melihat pagar atau rumah pintu yang terbuka.

“Sambil jalan-jalan tidak menemukan akhirnya mereka pulang. Memang yang memunculkan pertama untuk merampok itu adalah Ramlan Butarbutar,” tutur Argo.

Dua hari setelahnya atau Senin (26/12), Ramlan bersama tiga Erwin, Alfins dan Ridwan Sitorus alias Ius Pane kembali ke daerah Pulomas. Sasaran komplotan itu adalah rumah mewah dengan pagar terbuka.

Sekitar pukul 10.00, Ramlan Cs melihat ada orang keluar dari rumah Dodi. Selanjutnya kawanan rampok itu berhenti dan mengecek rumah Dodi.

“Kebetulan pas yang keluar rumah itu di rumah korban, di-check pintu pagarnya tidak terkunci. Ini yang pertama masuk yang ditugaskan tersangka Ius yang masih DPO (buron, red) sampai sekarang ini,” terang dia.

Setelah Ius masuk, Ramlan dan Erwin menyusul di belakang. Sedangkan Alfins bertugas menjaga mobil. Mereka tiba sekitar pukul 14.30.

Saat di dalam, Ius meminta kepada pembantu menunjukkan kamar tidur Dodi. Sedangkan Ramlan dan Erwin mengumpulkan penghuni rumah.

“DPO ini (Ius) naik ke lantai dua ke kamar Bapak Dodi. Dia membongkar lemari di sana,” kata Argo.

Saat itu, Dodi justru belum menampakkan batang hidungnya. Pebisnis properti itu muncul saat terjadi keributan di ruang depan rumah.

Tak berselang lama, Ius bergabung dengan Ramlan dan Erwin. Ketiganya lantas memasukkan kesebelas penghuni rumah ke dalam toilet berukuran 1,5 x 1,5 meter.

Ketiga pelaku itu lantas membuang kunci kamar mandi dan merusak grendel pintu. Sesudah itu, para pelaku melakukan aksi perampokan di dalam rumah Dodi. (Fajar/jpnn)

Click to comment
To Top