Setiap Ada OTT, Mendagri Ikut Merasa Bersalah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Setiap Ada OTT, Mendagri Ikut Merasa Bersalah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bupati Klaten Sri Hartini tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku sedih setiap ada kepala daerah yang berurusan dengan para penegak hukum terkait kasus korupsi. Karena menurut dia, semua kepala daerah adalah bagian dari lembaga yang dipimpinnya.

“Setiap mendengar berita OTT dan dapat  surat pemeritahuan dari KPK, Kejakaksaan Agung dan kepolisian saya merasa sedih prihatin dan ikut merasa bersalah,” ujar Tjahjo dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (30/12).

Mantan anggota Komisi I DPR juga sudah berulang kali mengingatkan kepada kepala daerah untuk tidak bermain dalam area rawan korupsi. Seperti masalah perencanaan anggaran, retribusi, pajak, barang dan jasa, serta dana hibah. Namun tetap saja ada yang terkena ciduk oleh aparat penegak hukum.

“Saya sering mengingatkan kepada aparat pejabat pusat dan daerah untuk lebih hati-hati dan memahami area rawan korupsi,” katanya.

Sebelumnya, KPK melakukan OTT terhadap Bupati Klaten Sri Hartini. Hal itu dibenarkan oleh Ketua KPK Agus Rahardjo.

Hal senada disampaikan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Dia membenarkan OTT tersebut namun belum bisa memberi informasi lebih rinci.

Sri Hartini adalah istri dari mantan Bupati Klaten Haryanto Wibowo, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus proyek pengadaan buku paket tahun ajaran 2003/2004 senilai Rp 4,7 miliar dan kasus penggunaan dana anggaran pendapatan belanja daerah untuk perjalanan ke luar negeri. (Fajar/JPG)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top