Hei Ius Pane, Segeralah Menyerahkan Diri! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Hei Ius Pane, Segeralah Menyerahkan Diri!

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ridwan Sitorus, alias Ius Pane atau Marihot Sitorus, masih terus diburu oleh pihak kepolisian karena ikut terlibat dalam pembunuhan sadis di kawasan Pulomas, Jakarta Timur.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar meminta kepada Ridwan Sitorus untuk menyerahkan diri ke pihak kepolisian. Menurut dia, menyesali perbuatannya dengan datang ke pihak kepolisian lebih baik ketimbang ditangkap.

“Datang ke kantor kepolisian terdekat di mana pun berada untuk dapat mempertanggung jawabkan akibat hukum dari perbuatan yang dilakukan,” ujar Boy di RS Kartika Pulomas, Jakarta, Sabtu (31/12).

Sementara mantan Kapolda Banten itu juga berpesan kepada masyarakat bisa bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memberi informasi keberadaan seorang pelaku itu, caranya dengan melaporkan ke Ketua RT, RW dan aparat polsek terdekat.

Masyarakat tidak diperkenankan menyembunyikan Ridwan Sitorus karena akan hal itu merupakan perbuatan melawan hukum.

“Tidak memberikan ruang kepada yang bersangkutan untuk bersembunyi atau membantu persembunyian dalam pelarian,” katanya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengeluarkan DPO atau buron, kepada satu orang pelaku yang diduga terlibat dalam pembunuhan keji di kawasan Pulomas, Jakarta Timur.

Dalam daftar pencarian orang yang diterima redaksi JawaPos.com, DPO itu atas nama Ridwan Sitorus, alias Ius Pane atau Marihot Sitorus.

Pria itu diketahui kelahiran Medan 11 November 1971 umur 45 tahun, memiliki ciri-ciri fisik kulit sawo matang, rambut hitam, wajah persegi dan ada bekas luka di pipi.

Sekadar informasi, pembunuhan satu keluarga di kawasan Pulomas dilakukan oleh empat orang. Pihak kepolisian setidaknya sudah menangkap tiga orang, mereka adalah Ramlah Butar Butar (tewas), Erwin Situmorang, dan Sinaga.

Satu keluarga yang terdiri dari enam orang ditemukan tewas di sebuah rumah di jalan Pulomas Utara No 7A, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa, 27 Desember 2016.

Keenam korban tewas adalah Dodi Triyono, 59 tahun, Diona Arika Andra (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amel, teman anak korban, Yanto, dan sopir Tasrok. Mereka diduga tewas akibat tak bisa bernafas karena kehabisan oksigen. Saat ditemukan, keenam korban ditempatkan di satu kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter.

Sementara, lima korban yang masih hidup adalah Emi, Zanette Kalila, Santu, dan dua asisten rumah tangga bernama Fitriani dan Windy.

Kejadian ini terungkap setelah seorang saksi bernama Sheila Putri mendatangi pos polisi Kayuputih. Dia melaporkan telah terjadi perampokan di rumah tersebut. Dari informasi itu, petugas piket Reskrim langsung menuju lokasi dan menemukan semua korban terkunci di kamar mandi. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top