Modus Bupati Klaten Samarkan Duit Suap, Katanya untuk Syukuran – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Modus Bupati Klaten Samarkan Duit Suap, Katanya untuk Syukuran

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Klaten Sri Hartini sebagai tersangka. Sri diduga menerima suap terkait pengisian jabatan tertentu di Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Yang menarik, Sri memberikan kode uang suapnya itu dengan istilah uang syukuran. Kode itu sebagaimana tercantum dalam buku catatan penerimaan uang yang dipegang pegawai negeri sipil (PNS) Nina Puspitarini.

Buku itu turut disita dalam penangkapan di rumah dinas Sri Hartini, Jumat (30/12) kemarin.

“Diperoleh istilah kode uang itu adalah uang syukuran yang terkait indikasi pemberian suap untuk mendapatkan posisi-posisi tertentu di Kabupaten Klaten,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam keterangan pers, Sabtu (31/12).

Sebelumnya, KPK menangkap Sri bersama tujuh orang lainnya yang terdiri atas PNS, staf honorer, dan swasta. Dari penangkapan itu, KPK menyita uang sebesar Rp 80 juta, Rp 2 miliar, USD 5.700, dan SGD 2.035.

Usai menjalani pemeriksaan 1×24 jam dan gelar perkara, Sri dan Suramlan ditetapkan sebagai tersangka.

Sri diduga menerima uang dari Kasie SMP Dinas Pendidikan Pemkab Klaten, Suramlan.

“Pemberian ini setelah diselidiki berhubungan dengan promosi dan mutasi jabatan berkaitan dengan pengisian organisasi dan tata kerja organisasi perangkat daerah yang diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah,” ujar Syarif.

Atas perbuatannya, Sri Hartini diduga melanggar Pasal 12 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana jo Pasal 65 ayat 1 KUHPidana.

Sementara Suramlan sebagai pemberi diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a dan huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. (Fajar/jpg)

loading...
Click to comment
To Top