Jokowi Hanya Berikan Angin Surga untuk Warga Maluku – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Jokowi Hanya Berikan Angin Surga untuk Warga Maluku

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Batalnya rencana Jokowi ke Maluku dalam rangka merayakan pergantian tahun menyisakan rasa kecewa yang mendalam bagi seluruh Masyarakat Ambon baik yang berdomisili di Maluku itu sendiri maupun yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Orang Ambon juga ingin di perhatikan serta tentu akan menjadi satu kebanggaan kunjungan orang Nomor satu di Republik ini,” kata Koordinator Mabes Anti Korupsi (MAK), Rahman Latuconsina dalam keterangan tertulis pada redaksi, Minggu (1/1).

Dirinya tidak mengetahui apa yang menjadi penyebab batalnya kunjungan Jokowi ke Maluku. Padahal, kata dia, Pemerintah Daerah sudah siap menyambut Jokowi termasuk siap untuk “memamerkan” Jembatan Merah-Putih yang akhirnya rampung dikerjakan di era Pemerintahan Jokowi-JK.

“Jelas ini awal kekecewaan masyarakat Maluku terhadap Jokowi, selama ini kami masyarakat Maluku selalu memberikan kontribusi maksimal kepada Pemerintah Pusat walaupun kami selalu mendapatkan peran minimal dalam Pemerintahan ini,” kata dia.

“Buat Kami pengabdian terhadap NKRI adalah harga yang sudah tidak bisa di tawar lagi. Bahkan sejarah mencatat Maluku dengan Djong Ambon-nya cukup memberikan kontribusi dalam Proses Kemerdekaan NKRI walau realitanya kini Maluku masih berkutat sebagai Provinsi atau daerah 5 besar termiskin di Indonesia.”

Menurut dia, Jokowi seharusnya bisa mengambil hati masyarakat Maluku, karena sebentar lagi akan ada ekplorasi di daerah sana (blok Masela). Apapun rumusnya jelas Pemerintah Pusat akan punya kepentingan yang tinggi akan ekplorasi ini.

“Kalau Jokowi hanya memberi angin syurga pada kami, iming-iming ke kami, lalu siapa yang akan memberikan garansi untuk kami,” kata dia.

Masyarakat Maluku, kata dia, tidak akan melakukan gerakan tambahan kepada Jokowi seperti yang pernah dilakukan masyarakat saat kunjungan Presiden RI ke-6 Soesilo Bambang Yudhoyono ke Maluku, dengan mengibarkan bendera RMS.

“Buat kami itu cara tidak bijak dan cenderung seperti kami mengemis posisi dalam Pemerintahan ini, namun Jokowi harus ingat. Maaf, orang Maluku bilang Beta ini bukan Masyarakat Tuban dan Blora yang ‘dirampok’ Blok Cepu-nya, atau Mereka di NTB yang di polarisasi oleh Newmont, bahkan Beta juga bukan Basudara Papua yang hidupnya repot akibat ‘penjarahan’ oleh Freeport. Tapi Beta ini Maluku,” kata dia. (Rmol/fajar)

loading...
Click to comment
To Top