KPK Siap Hadapi Gugatan Bupati Buton – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

KPK Siap Hadapi Gugatan Bupati Buton

Juru Bicara KPK- Febri Diansya

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku siap menghadapi gugatan praperadilan yang diajukan Bupati Buton nonaktif, Sulawesi Tenggara Samsu Umar Abdul Samiun.

“Sidang perdana gugatan dengan nomor register 159/Pid.Prap/2016/PN.Jkt.Sel itu rencananya akan disidangkan perdana besok, Selasa (3/1).

Hakim yang akan memimpin persidangan adalah Noor Eddyono,” kata Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, I Made Sutrisna beberapa waktu lalu. Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK sudah berkali-kali menghadapi gugatan terkait kasus yang ditangani.

“KPK telah berulang kali menghadapi praperadilan dalam kasus yang ditangani. Kami tentu akan lakukan hal yang sama dengan praperadilan mana pun,” kata Febri, Senin (2/1).

Hanya saja Febri enggan menanggapi ihwal materi gugatan yang diajukan. Terlebih soal pengakuan pengacara Arbab Paproeka yang mengklaim bahwa mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar tidak pernah meminta uang kepada Umar terkait sengketa pilkada Buton.

“Terkait dengan substansi perkara, pengujian bukti akan dilakukan di persidangan perkara pokok,” ujar Febri.

Sekedar diketahui, dalam putusan persidangan di pengadilan Tipikor, Umar Samiun mengaku memang mentransfer uang Rp1 miliar ke rekening atas nama CV Ratu Samagat dengan keterangan Down Payment (DP) Batu Bara.

Transfer itu dilakukan atas desakan advokat Arbab Paproeka yang mengatasnamakan Akil Mochtar. Dalam pernyataannya, jika tidak diberikan maka kemenangan Umar Samiun akan dianulir oleh Akil. Saat itu, Akil Mochtar usai persidangan menyangkal keterangan Umar Samiun.

Ia mengaku tidak pernah menerima uang yang dikirim oleh Umar Samiun. “Yang tidak singkronnya itu, ada orang mengatasnamakan saya meminta uang, tapi mereka tidak mengkonfirmasi kepada saya langsung,” kata Akil.

Sementara dalam amar putusan Pilkada Buton berbeda dengan amar putusan dalam kasus sengketa pilkada daerah lain yang melibatkan Akil Mochtar. Dalam amar putusan Pilkada Buton bukan tertulis terbukti melakukan suap, melainkan patut diduga melakukan suap kepada Akil Mochtar.

Akil kini tengah menjalani pidana penjara seumur hidup di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, karena kasus suap sejumlah pilkada, pencucian uang dan gratifikasi. (Fajar/jpnn)

To Top