Para Pembunuh Pulogadung Bakal Peragakan Ini di Prarekonstruksi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Para Pembunuh Pulogadung Bakal Peragakan Ini di Prarekonstruksi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penyidikan perkara perampokan sadis di Pulomas Residence, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur terus dikebut aparat kepolisian. Dalam waktu dekat polisi bakal menggelar prarekonstruksi kasus ini guna proses pelengkapan berkas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menerangkan, prarekonstruksi dilakukan setelah seluruh pelaku yang terlibat tertangkap. Meski satu di antaranya meninggal dunia, yakni Ramlan Butarbutar.

“Nantinya, semua yang dilakukan akan diperagakan,” ucap Argo saat dikonfirmasi, Senin (2/1).

Dari rangkuman JawaPos.com, akan ada beberapa agedan sadis yang bakal diperagakan tiga pelaku yakni, Alfins Bernius Sinaga, Erwin Situmorang dan Ius Pane.

Perencanaan Hingga Pemantauan Rumah Korban

Salah satu adegan yang bakal dilakoni rampok ini adalah bagaimana mereka merencanakan aksi keji ini. Pasalnya, pelaku ini bukanlah kelompok sembarang, mereka sudah keluar masuk penjara dengan kasus sama dan memang spesialias rampok di rumah mewah.

Pelaku pun berani bermodal untuk menyewa mobil Suzuki Ertiga untuk melancarkan aksi.

Masuk ke Rumah Dodi Triono dan Menodongkan Senjata

Pelaku yang berjumlahkan empat orang ini juga bakal memperagakan bagaimana mereka bisa masuk ke kediaman Dodi Triono dengan begitu mudahnya.

Pelaku bisa masuk dengan mudah setelah memastikan bahwa pagar rumah korban tak terkunci. Di mana ketika itu pelaku melihat seseorang keluar dari rumah korban menggunakan sepeda motor.

Hal pertama yang dilakukan setelah para pelaku masuk ke kediaman korban adalah menodongkan senjata api mereka ke korban. Lalu meminta menunjukan di mana meletakan harta benda berharga dan bisa dibawa kabur.

Memukul dan Menyekap Korban

Kemudian adegan tersadis yang bakal dilakukan adalah melakukan pemukulan terhadap para korban.Korban sebanyak sebelas orang ketika itu diseret dan dipaksa masuk ke kamar mandi yang berukuran 2×1 meter.

Terlebih untuk Diona Andra Putri. Dia adalah putri Dodi Triono yang terlihat jelas di rekaman CCTV dijambak rambut, lalu ditarik paksa ke dalam kamar mandi. Pelaku yakni Ius Pane tak lupa memukul korban.

Menjejejal 11 Orang di Kamar Mandi Kecil

Adegan sadis lainnya adalah memaksa sebelas orang masuk ke dalam kamar mandi berukuran 2×1 meter. Di mana kamar mandi itu tanpa dilengkapi ventilasi udara.

Kesebelas korban juga dikunci dari luar dan ditinggalkan berjam-jam di dalam. Sejak sore hingga bertemu pagi, para korban berebut oksigen di kamar mandi itu. Hingga akhirnya lima di antara 11 meninggal dunia.

Yang meninggal adalah Dodi Triono (59), Andra Putri (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amel, serta dua sopir bernama Yanto.  Sedangkan Tasrok sang sopir masih sempat selamat. Tapi akhirnya meninggal juga di perjalanan.

Dan yang selamat adalah Zanetta, Emi, Santy, Fitri, dan Windy.

Menggasak Harta Benda dan Meninggalkan Kediaman Korban

Setelah menyekap para korban, keempat pelaku ini lantas menggasak harta benda korban yakni, tujuh buah handphone, uang Rp 7 juta, dan sebuah jam Rolex.

Pelaku lantas meninggalkan kediaman korban dan membiarkan kesebelas orang terkunci di dalam kamar mandi. Saat meninggalkan kediaman korban, pelaku membiarkan pintu rumah korban terbuka, inilah yang membuat para saksi curiga bahwa di kediaman arsitektur itu telah terjadi sesuatu. (Fajar/JPG)

To Top