Tragedi Kapal Terbakar, Syahbandar Muara Angke Dinonaktifkan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Jabodetabek

Tragedi Kapal Terbakar, Syahbandar Muara Angke Dinonaktifkan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Perhubungan (Mebhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, telah menonaktifkan Syahbandar Muara Angke Deddy Junaedi. Deddy dinonaktifkan karena dianggap bertanggung jawab atas terbakarnya Kapal Motor (KM) Zahro Ekspres dengan tujuan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu terbakar sehingga menewaskan 23 penumpang.

“Kami sudah bebas tugaskan Syahbandar,” ujar Budi di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Senin (2/1).

Sementara, untuk menggantikan Syahbandar Muara Angke pihaknya akan menunjuk Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) untuk mengelolanya. Di mana semua kapal yang berlayar akan melalui dua instansi itu bukan lagi melalui swasta. “Menunjuk Pelni dan ASDP untuk menggantikan atau bersamaan dengan kapal rakyat (swasta),” katanya.

Sementara menurut Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Tonny Budiono mengaku, penonaktifan itu karena terdapat data yang tidak sesuai dalam surat persetuuan berlayar (SPB) KM Zahro Ekspres.

Menurut dia, pada SPB jumlah penumpang tertulis 100 orang namun kenyataanya hampir diatas 100 penumpang. Sehingga mengakibatkan kelebihan muatan. “Ada yang bilang 184, ada yang bilang 250 orang,” kata Tonny.

Sebelumnya, KM Zahro Expres tujuan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, terbakar di sekitar Pelabuhan Muara Angke Jakarta Utara pada Minggu pukul 08.30 WIB.

Kapal yang mengangkut lebih dari 150 orang itu terbakar setelah berlayar 1 mil laut dari Pelabuhan Muara Angke menuju Pulau Tidung. Setidaknya sekira 23 orang telah dinyatakan meninggal, 17 hilang, dan 194 selamat. Dugaan sementara terbakana kapal itu dikarenakaan adanya hubungan arus pendek pada mesin. Sehingga memicu terjadinya kebakaran. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top