Warga Ngamuk, Sarang Prostitusi Berkedok Rumah Makan Dibakar, PSK Nyaris – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Warga Ngamuk, Sarang Prostitusi Berkedok Rumah Makan Dibakar, PSK Nyaris

FAJAR.CO.ID, PESBAR – Ratusan warga Pekon Sukanegara Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), Sumatera Barat, mengamuk. Mereka membakar sarang prostitusi berkedok rumah makan.

Warga membakar habis tempat itu. Rata dengan tanah. Seorang perempuan yang disangka pekerja seks komersial (PSK) nyaris jadi sasaran amuk massa. Beruntung polisi dari Polsek Bengkunat cepat tiba di lokasi mengamankan wanita itu.

Pada April 2016 lalu, warga juga membongkar paksa lokasi yang juga dijadikan transaksi seks. Persisnya di Dusun Payau Sekedi Pekon Pekonmom. Modusnya pun sama, rumah makan. Pemiliknya juga sama, yaitu Murhayin (35), warga Pekon Tembulih Kecamatan Ngambur.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, N Lingga Kusuma didampingi Kepala Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Pesbar M Nursin Chandra mengatakan, saat massa di lokasi kondisi warung makan tersebut sudah tak berpenghuni.

Murhayin rupanya sudah mendengar akan adanya aksi itu sehingga bergegas pergi dan membawa semua barang-barangnya.

”Pemilik rumah, Ayin, sebenarnya sudah berkali-kali menegur Muhayin. Namun tak digubris sehingga akhirnya berujung amuk massa,” papar seorang petugas polsek.

Menurut Lingga, Satpol PP bergegas menuju lokasi setelah menerima informasi terjadinya amuk massa.

”Ini untuk mencegah terjadinya amuk massa agar tidak meluas,” ujar Lingga, seperti dilansir Radar Lampung, Senin (2/1/2017).

Setibanya di sana terlihat sudah ada aparat Polsek Bengkunat berjaga. Mereka mengamankan seorang perempuan yang hampir saja jadi bulan-bulanan massa. Wanita itu selanjutnya dibawa ke kantor Satpol PP setempat untuk dilakukan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Dia berinisial SS (29), warga Desa Gedungwani Kecamatan Margatiga Kabupaten Lampung Timur (Lamtim). ”Rencananya dia akan dipulangkan ke kampung asalnya,” tandas Lingga. (Fajar/pojoksatu)

To Top