Ceria Jadi Tragedi, Jari Dibon Hilang Karena Kembang Api Meletus di Tangan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Ceria Jadi Tragedi, Jari Dibon Hilang Karena Kembang Api Meletus di Tangan

Dibon S, 27, mendapatkan perawatan di rumah sakit. Itu setelah jari kirinya terkena ledakan kembang api. Foto: RIZKY/Bengkulu Ekspress/jpg

FAJAR.CO.ID, BENGKULU- Dibon S, 27, terpaksa dilarikan warga ke rumah sakit di malam tahun baru.

Pasalnya, jari kelingking sebelah kirinya hancur dan harus diamputasi.

Itu setelah kembang api yang dipegangnya meledak ditangannya, Sabtu (31/12) sekitar pukul 24.00 WIB.

Karena luka yang dia derita cukup parah, rekan-rekannya langsung membawa korban ke RS Bhayangkara Jitra, Bengkulu.

Dibon mengatakan, kembang api berukuran panjang sekitar 60 centimeter itu ia pegang menggunakan tangan kiri.

Tiba-tiba saat luncuran kembang api terakhir, gagang kembang pagi berbentuk silinder itu langsung meledak.

“Pegang pakai tangan kiri, saat kembang api terakhir tidak meluncur malah meledak di tangan saya. Setelah itu tangan saya nyeri sekali,” ujar Dibon seperti diberitakan Bengkulu Ekspress (Jawa Pos Group) hari ini.

Ia sama sekali tidak merasakan tanda-tanda kembang api itu meledak. Seperti kembang api pada umumnya, kembang api itu ia sengaja beli dengan rekan-rekannya di pasar untuk memeriahkan tahun baru.

Saat memegang kembang api itu, luncuran pertama sampai ketiga lancar. Sampai akhirnya luncuran ketiga ada sedikit jeda, tiba-tiba kembang api meledak tetapi tidak meluncur.

Kejadian terkena ledakan kembang api juga dialami Cecet Efeka Efendi (18) dan Dedi (18), keduanya warga Kelurahan Nusa Indah RT 16.

Kapolres Bengkulu, AKBP Ardian Indra Nurinta SIK menjelaskan, petasan yang dijual sudah diamati pihaknya dan sudah diperbolehkan untuk diperjual belikan.

Hanya saja beberapa masyarakat tidak memperhatikan saat penggunaan kembang api itu.

Kebanyakan mereka memegang kembang api menggunakan tangan. Padahal seharusnya kembang api tidak boleh dipegang menggunakan tangan terlebih lagi kembang api yang berukuran besar.

“Tidak seharusnya kembang api dipegang menggunakan tangan, tetapi yang dilakukan masyarakat kan sebaliknya,” pungkas Kapolres.(167)

To Top