Jika Gerindra Masuk Kabinet, Ini Menteri yang Bakal Terdepak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Politik

Jika Gerindra Masuk Kabinet, Ini Menteri yang Bakal Terdepak

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Partai Gerindra mengaku mendapat tawaran empat kursi menteri untuk mendukung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono. Menurut Arief, partainya mendapat tawaran empat kursi menteri dari orang dekat Presiden Jokowi.

“Saya sudah dapat info A1 dari orang dekat Pak Joko Widodo bahwa Gerindra ditawari empat posisi di pemerintahan,” kata Arief melalui pesan singkat, Selasa (3/1/2017).

Tak hanya sampai di situ, dia pun memerinci pos-pos kementerian yang ditawarkan ke Gerindra.

“Yaitu Menkopolhukam, Mentan (menteri pertanian, red), Menaker (menteri tenaga kerja, red) dan kepala KSP (kepala staf kepresidenan, red),” katanya.

Jika Gerinda menerima 4 tawaran kursi menteri tersebut, berarti Wiranto yang saat ini menduduki jabatan sebagai Menkopolhukam, akan terdepak.

Hanya saja, hingga saat ini Presiden Jokowi belum menawarkan hal itu secara langsung ke Ketua Umum Gerinda, Prabowo Subianto.

Dikatakannya, apabila tawaran itu memang benar, Prabowo pasti menginformasikannya ke DPP Gerindra.

“Biasanya Pak Prabowo pasti menginformasikan kepada para pengurus pusat,” lanjut politikus yang sebelumnya sering mengaku sebagai ketua umum Federasi Serikat Pekerja BUMN itu.

Karena itu, dia pun menegaskan bahwa kewenangan untuk memutuskan apakah Gerindra masuk ke pemerintahan atau tetap menjadi oposisi berada di tangan Prabowo. “Kami sebagai anak buah tinggal ikut saja,” imbuhnya.

Namun, Arief menyatakan bahwa tidak ada satupun kader Partai Gerindra maupun loyalis Prabowo yang ingin bergabung ke pemerintahan Jokowi.

Pasalnya, kader Partai Gerindra hanya akan masuk ke dalam kabinet jika dipimpin langsung oleh Prabowo.

“Kader bawah dan loyalis Prabowo tidak begitu tertarik bergabung dengan pemerintahan Joko Widodo karena akan berpengaruh negatif pada elektabilitas partai dan Prabowo pada pemilu 2019,” tutrnya.

Gerindra sendiri, kata dia lagi, lebih baik memanaskan mesin politik pada 2018 sebelum pemilu serentak yang digelar 2019.

Hal itu lantaran seluruh kader Gerindra sepakat untuk mengusung Prabowo menjadi presiden.

“Seluruh kader Gerindra sepakat mengusung PS (Prabowo Subianto, red) sebagai capres 2019 dan berjuang untuk memenangkannya,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid menanggapi kabar bahwa Partai Gerindra akan masuk kabinet.
Hidayat meragukan informasi tersebut. Kendati demikian, dia mengaku akan menghormati langkah Gerindra jika memang akan bergabung ke pemerintah.

“Saya tidak yakin Gerindra masuk kabinet, tapi balik lagi itu adalah hak mereka. Sesungguhnya koalisi PKS dan Gerindra dalam bentuk program. Dan sampai saat ini juga belum ada pembicaraan reshuffle oleh Pak Prabowo (ketua umum Gerinda, Red),” paparnya.

Wacana reshuffle pada awal 2017 diutarakan Politisi PDIP Darmadi Durianto. Menurutnya, ada tiga kementerian yang terancam, karena performanya dianggap kurang memuaskan. (Fajar/jpnn/pojoksatu)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top