Lini Belakang Sriwijaya Terlalu Lempem, Itu Bukan Salah Bek – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Bola

Lini Belakang Sriwijaya Terlalu Lempem, Itu Bukan Salah Bek

FAJAR.CO.ID- Lini pertahanan disebut sebut sebagai titik terpenting harus diperbaiki Sriwijaya FC musim 2017. Namun, pihak manajemen enggan menjadikan bek asing, Mauricio Leal sebagai kambing hitam.

Meski punya kredit sebagi tim subur di Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, dengan torean 62 gol, namun Supardi Nasir dan kawan-kawan ternyata jeblok di pertahanan.

Buktinya, 39 gol sudah bersarang digawang tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut sepanjang kompetisi. Konsistensi kokohnya lini belakang jadi pertanyaan besar pemilik predikat double winner edisi 2007-2008 itu.

“Kekurangan kita memang ada sedikit pada konsistensi lini belakang. Itu terlepas kemarin kita juga kehilangan Fachrudin Arianto dan Teja Paku Alam ke tim nasional, juga sangat mempengaruhi lini pertahanan kita,” ungkap Hartono Ruslan asisten pelatih Sriwijaya FC.

Bukan hanya pada pemain lokal saja, bek impor yang digawangi Mauricio Leal itu juga belum begitu gereget sepanjang berkostum Sriwijaya FC. Meskipun secara kualitas, bek kelahiran Brasil ini sudah dianggap cukup bagus. Selain punya postur memumpuni, si empunya nomor punggung 5 itu punya kelebihan dalam bola-bola udara.

“Mungkin ada sedikit kurang, dalam hal komunikasinya. Pemain itu kan tidak hanya hebat saja, tetapi komunikasinya dengan pemain itu yang terpenting. Karena kita bermain itu kan tim, bukan individu,” sambung pelatih asal Solo itu.

Hartono tidak ingin menyalahkan, pasalnya Mauricio sejauh ini memang belum begitu fasih untuk berkomunikasi bahasa Indonesia. Berbeda dengan duo Brasil lainya, Hilton Moreira dan Beto Goncalves yang sudah fasih untuk bekomunikasi dengan para tim.

“Ya mungkin saja salah satunya faktor itu. Tetapi dia kan sudah satu musim bersama kita. Jadi, sudah akan lebih baik untuk musim medatang,” tambahnya.

Lalu bagaimana untuk posisi wingback?. Menurut Hartono, Sriwijaya FC memang sudah punya pemain terbaik di posisi bek sayap. Sebut saja Supardi Nasir dan Zalnando. Hanya saja khusus pemain terakhir, memang butuh jam terbang tinggi lagi ke depan.

“Zalnando punya talenta bagus pada masa depan. Hanya saja perlu jam terbang lagi. Ini maklum karena dia pemain muda, yang emosinya belum begitu stabil. Kalau untuk saran, mungkin kita butuh menambah satu bek sayap senior lagi musim depan. Tipikalnya yang bisa bermain dua posisi, itu sangat lebih baik,” tegasnya. (fajar/JPG)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top