Nama Baik Gus Dur Harus Dibersihkan dari Ahok – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Jabodetabek

Nama Baik Gus Dur Harus Dibersihkan dari Ahok

Rizal Ramli

FAJAR.CO.ID, Ada sebagian masyarakat yang melihat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai simbol kebhinnekaan dan toleransi di Tanah Air.

Benarkah? Tidak, itu hanya sebagian warga yang pro terhadap mantan Bupati Belitung Timur itu. Ahok justru dinilai sebagai sosok yang merusak kebihnekaan dan toleransi yang selama ini terjaga.

Ahok merusak kebhinnekaan dan mengganggu toleransi baik dengan kata-kata kasar yang keluar dari mulutnya, maupun lewat kebijakan pembangunan yang membelah masyarakat.

Ahok sangat jelas terlihat membela kepentingan satu kelompok dan meminggirkan rakyat banyak demi memenangkan kepentingan satu kelompok itu.

Demikian dikatakan tokoh nasional DR. Rizal Ramli dalam diskusi terbatas menyambut tahun baru 2017 di kediamannya di Jalan Bangka, Jakarta Selatan, Senin petang (2/1).

Rizal kembali mengulangi pesan yang disampaikannya dalam peringatan wafat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur baru-baru ini, bahwa ada upaya untuk menyamakan Ahok dengan Gus Dur.

“Benar bahwa Gus Dur membela minoritas. Tetapi minoritas yang dibela Gus Dur adalah minoritas yang tertindas. Gus Dur tidak akan pernah membela penindas, walaupun si penindas itu dari kalangan minoritas,” ujar Rizal Ramli yang memainkan peranan penting dalam pemerintahan Gus Dur.

“Nama baik Gus Dur harus kita bersihkan dari tindakan-tindakan Ahok yang menciderai kebhinnekaan, rasa kebangsaan dan mengganggu toleransi,” kata Rizal lagi.

Rizal Ramli juga prihatin karena kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok ini telah menguras energi bangsa dan pemerintahan Joko Widodo yang sedang menghadapi berbagai persoalan yang jauh lebih pelik dari sekadar urusan Ahok.

“Sebetulnya masalah Ahok ini mudah diselesaikan. Semua penista agama ditangkap. Maka kalau Ahok ditangkap dan ditahan, seperti yang lainnya, energi bangsa bisa kita hemat untuk fokus pada urusan-urusan yang lebih penting,” demikian mantan Menko Kemaritiman dan Sumber Daya ini. (Rmol/fajar)

loading...
Click to comment
To Top