Pingin Plat Nomer Cantik, Catet Nih Tarifnya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Pingin Plat Nomer Cantik, Catet Nih Tarifnya

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Pemilik kendaraan yang menginginkan nomor polisi (nopol) kendaraan cantik kini harus menyiapkan uang lebih.

Biayanya relatif tinggi. Paling murah Rp 5 juta.

Kebijakan tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Polri.

Salah satu poin PP itu mengatur tarif nomor registrasi kendaraan bermotor (NRKB) atau nomor pelat kendaraan bermotor pilihan.

Ketentuan tersebut berlaku efektif mulai 6 Januari nanti.

PP itu merevisi PP Nomor 50 Tahun 2010. Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jatim AKBP Sumardji menyatakan bahwa sebelumnya tidak ada biaya yang dikenai untuk nomor pilihan.

”Dulu gratis. Sekarang ada biaya yang dibebankan kepada pemohon,” ungkap pria 44 tahun tersebut.

Mengenai prosedur pengajuannya, Sumardji menjelaskan bahwa masyarakat yang ingin mendapatkan nomor kendaraan pilihan harus memohon kepada direktur Ditlantas.

Setelah dipastikan tersedia, baru nomor itu bisa digunakan.

Seluruh pembayaran dilakukan secara online melalui bank yang sudah ditunjuk.

”Kami tidak menerima pembayaran langsung. Semua langsung masuk ke kas negara,” terang bapak empat anak tersebut.

PP itu mengatur tentang PNBP. Selain mengatur tentang penerbitan nomor pilihan, ada beberapa revisi tarif pengurusan SIM, pengesahan STNK, BPKB, mutasi ke luar daerah, dan biaya lintas batas negara (LBN).

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk mencermati biaya pengesahan STNK dan BPKB.

Selain membayar pajak daerah dan BPKB, jika PP mulai efektif, akan ada biaya tambahan untuk PNBP.

Sumardji mengungkapkan, pihaknya sedang melakukan persiapan agar PP itu bisa langsung efektif tiga hari lagi.

Besok (4/1) pihaknya melakukan trial (Percobaan) terhadap sistem.

Sehari kemudian, personelnya menyebar ke seluruh samsat di Jawa Timur untuk geladi resik.

“Jadi, 6 Januari sudah efektif,” tutur pria kelahiran Nganjuk tersebut.

Menurut Sumardji, Jatim berpotensi menyumbang pendapatan Rp 4 triliun-Rp 5 triliun.

Nilai itu hampir separo target secara nasional yang mencapai Rp 11 triliun.

Sumardji mengakui bahwa target tersebut adalah yang paling tinggi jika dibandingkan dengan daerah lain.

Angka itu merupakan perkiraan pendapatan dari jumlah kendaraan bermotor di Jatim, yakni sekitar 16 juta kendaraan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top