Teror Buaya “Sikuning” Kembali Hantui Warga, Pawang Bayaran Bergerak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Teror Buaya “Sikuning” Kembali Hantui Warga, Pawang Bayaran Bergerak

FAJAR.CO.ID BABEL – Seekor buaya kembali meneror para pemancing di kawasan Kolong Ucok Sungai Lubuk Bunter Desa Kimak-Jada Bahrin, Merawang, Bangka Belitung.

Buaya yang disebut warga si Kuning tersebut, kembali meneror warga pascakejadian diterkamnya almarhum Sangkuri warga Dusun 3 Desa Kimak.

Sebelumnya, buaya jenis yang sama sudah pernah ditangkap setelah meminta pertolongan seorang pawang buaya asal Desa Bukit Layang Kecamatan Bakam.

Buaya tersebut kerap muncul dan membuat provokasi di dekat warga yang beraktivitas mencari ikan atau udang di kawasan Kolong Ucok.

Hal itulah yang membuat warga setempat resah dan meminta buaya itu ditangkap.

“Sekarang lagi dilakukan pemancingan buaya sejak kemarin (Minggu 1/1) lalu,” kata Jawir yang juga salah satu kepala Dusun di Desa Kimak.

Menurut Jawir, buaya tersebut dikhawatirkan akan memangsa warga setempat lagi dan kembali menimbulkan korban jiwa.

Atas kesepakatan warga setempat akhirnya diputuskan untuk kembali melakukan pemancingan dengan menggunakan jasa pawang buaya asal Desa Bukit Layang.

“Warga resah, jadinya kembali dipancing. Yang sekarang ni buaya kuning sering usil sama warga. Yang mancing e pawang kemaren lah, Mang Syarif same kawan-kawan e dari Bukit Layang,” sebut Jawir.

Sejauh 2 hari kemarin yakni hari Minggu-Senin, pemancingan buaya yang menggunakan rotan, mata kail dan tali sebagai rautan dengan umpan hewan belum membuahkan hasil.

Buaya tersebut diinginkan warga bisa tertangkap supaya tidak lagi membuat warga Desa Kimak dan Desa Jada Bahrin resah saat pergi ke sungai untuk memancing, menebar jalah maupun jaring.

“Jadi mau ditangkap si kuning itu sampai dapat, warga yang minta. Belum dapat tapi sampai sekarang,” kata Jawir.

Sebelumnya beberapa waktu lalu, keganasan buaya Kolong Ucok Sungai Lubuk Bunter telah merenggut nyawa Sangkuri ketika hendak menjala ikan.

Jasad Sangkuri setelah diterkam baru ditemukan satu pekan kemudian dengan kondisi tubuh tak utuh lagi.

Pada waktu itu pawang buaya berhasil menangkap buaya berwarna hitam sebanyak 4 meter lebih dengan bobot ratusan kilogram.

Click to comment
To Top