Sudah Siapkan Nama Menteri, Ini Evaluasi Kabinet Versi PDIP – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Politik

Sudah Siapkan Nama Menteri, Ini Evaluasi Kabinet Versi PDIP

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Wacana reshuffle jilid 3 kembali menghangat. PDIP sebagai partai pemerintah mulai ambil ancang-ancang.

Meskipun hal itu, enggan diakui oleh Ketua DPP Bidang Perekonomian PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno.

Dirinya bahkan ogah berspekulasi apakah Presiden Joko Widodo bakal kembali merombak kabinet atau tidak.

Namun jika reshuffle benar terjadi, lanjut dia, setidaknya ada tiga anggota kabinet yang terancam.

Pertama, ujar Hendrawan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang baru diangkat menggantikan Anies Baswedan pada Juli 2016 lalu.

Menurut dia, kesalahan Muhadjir adalah kerap membuat kebijakan kontroversial, seperti rencana moratorium ujian nasional.

Sedangkan dua anggota kabinet lainnya adalah, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki serta Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir.

Kali ini, Hendrawan tidak menjelaskan secara rinci alasan keduanya layak diganti.

Namun yang jelas, lanjutnya, prediksi tersebut berdasarkan evaluasi yang dilakukan PDIP terhadap kinerja kabinet semenjak reshuffle terakhir.

”Kami (PDIP, Red) sudah membuat evaluasi dengan parameter target dan program yang dibandingkan dengan pencapaian,” ujar Hendrawan, Selasa (3/1).

Hendrawan pun mengungkapkan, PDIP sudah menyiapkan sejumlah nama yang diharapkan bakal masuk bursa pengganti ketiga pejabat itu.

Namun, dia masih enggan membocorkan nama-nama itu.

”Bukan untuk konsumsi umum,” ucapnya sigkat.

Hendrawan pun memastikan, hasil evaluasi serta nama-nama kandidat pengganti telah disampaikan kepada presiden.

”Semuanya tergantung presiden, karena itu hak prerogatifnya,” kata Hendrawan.

Informasi yang dihimpun dari seorang petinggi PDIP yang tidak ingin disebutkan namanya, kinerja Teten Masduki dianggap kurang moncer.

Terutama dalam meredam isu penistaan agama yang menyeret Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

loading...
Click to comment
To Top