Kapal Tiga Kali Meledak sebelum Terbakar, Satu Nyawa Melayang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Kapal Tiga Kali Meledak sebelum Terbakar, Satu Nyawa Melayang

DIBAWA KE SURABAYA: Jenazah Marsinggih saat masih di RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, kemarin (3/1).

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Perlu waktu delapan jam untuk mengevakuasi korban terbakarnya Accommodation Work Barge (AWB) bernama Ewis Lady di dermaga milik perusahaan PT Menara Tama Samudra Indah, Somber, Balikpapan, Senin (2/1) malam. Namun, nyawa satu dari tiga kru kapal tak bisa diselamatkan.

Marsinggih (50), karyawan mekanik dari PT Dok Perkapalan Kaltim, yang terjebak dalam kebakaran tersebut ditemukan tewas, Selasa (3/1) dini hari. Jenazah Marsinggih juga telah dibawa ke Surabaya, kemarin untuk dimakamkan.

Kepada Kaltim Post, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan Suseno memaparkan, Marsinggih ditemukan sekira pukul 00.30 Wita. Saat ditemukan, kondisi Marsinggih sudah tak bernyawa. Korban mengalami luka bakar cukup parah di sekujur tubuhnya.

Kebakaran yang berlangsung dari pukul 16.00 Wita itu, evakuasi baru berhenti pada pukul 01.00 Wita, Selasa dini hari. Mantan Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan itu menjelaskan, lamanya proses pemadam karena bahan-bahan yang terbakar menimbulkan asap.

Selain itu, kata dia, karena kondisi ruangan yang sempit, sehingga petugas sulit memadamkan api. “Di dalam kapal, ada banyak pipa karet, tali kapal, kain, seprai serta baterai. Itu barang-barang yang menimbulkan asap,” jelas pria berkacamata tersebut.

Barang-barang itu yang dinilainya kuat menjadi penyebab kebakaran kapal. Dia menuturkan, sebelum kapal terbakar, tiga orang sedang memotong besi beton menggunakan las karbit. Salah satu dari ketiga itu, adalah Marsinggih. Kemudian, percikan-percikan las mengenai pipa karet, tali kapal, kain, dan baterai. Setelah itu, muncul asap tebal membubung tinggi. Kebakaran pun tak terhindarkan.

Saat proses pemadaman berlangsung, dia mengaku, beberapa kali mendengar suara ledakan dari kapal. “Saya datang sekitar jam 7 malam (2/1). Ada tiga kali terdengar suara ledakan. Mungkin, karena api mengenai baterai,” tuturnya. “Tapi, penyebab awal ini, masih akan terus kami dalami lagi,” sambungnya.

Melihat sulitnya mengevakuasi Marsinggih karena asap, pihaknya membuat dua lubang di dek bagian depan kapal. Lubang tersebut dibuat, agar asap cepat berkurang. “Dengan berkurangnya asap, maka panasnya juga akan berkurang. Selain itu, visibility (jarak pandang) jadi lebih baik. Petugas bisa langsung melakukan pendinginan dan masuk untuk mengevakuasi korban. Tentunya, dengan dibantu alat keselamatan kerja,” urainya.

Sementara itu, melalui petugas mortuary RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan mengonfirmasi, jenazah Marsinggih telah diterbangkan ke Surabaya, kemarin sekira pukul 12.00 Wita. “Tadi siang jenazahnya dibawa ke Bandara Sepinggan. Bilangnya (pihak keluarga korban) sih mau dibawa ke Surabaya. Karena dia orang sana,” kata petugas yang namanya enggan dikorankan, kemarin sore.

Sementara itu, Kepala Basarnas Kaltim-Kaltara Mujiono, didampingi Kasi Operasi Basarnas Kaltim-Kaltara Octavianto melaporkan, selain Marsinggih, satu karyawan kapal mengalami sesak napas. Karyawan tersebut bernama Sofyan Hadi. Sofyan segera dilarikan ke RSKD Balikpapan oleh petugas.

Kebakaran juga mencederai empat petugas BPBD Balikpapan. Mereka adalah Ridwan, Edi Susanto, Suprayitno, dan Supriyono. “Ridwan mengalami luka ringan, akibat terjatuh saat memadamkan api. Selain itu, hanya mengalami sesak napas karena terkena asap tebal. Kami segera mengobati mereka,” papar Mujiono.

Sementara itu, penyidik Subdit Gakkum Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Kaltim belum menyimpulkan dugaan kecelakan kerja di AWB Ewis Lady tersebut. Sehingga siapa yang wajib bertanggung jawab terhadap insiden tersebut belum diketahui. “Belum ada penetapan tersangka, masih lidik,” jawab Direktur Polisi Perairan (Dirpolair) Kombes Pol Omad bersama Kasubdit Gakkum AKBP Sebpril Sesa, Selasa (3/1).

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, tiga pekerja, yakni Wahyu Imam, Edi Siswanto dan Aminuddin sedang bekerja. Mereka memotong besi menggunakan mesin pemotong. “Saat memotong, tangki mengeluarkan bara api dan asap,” imbuh Sebpril.

Peristiwa tersebut langsung dilaporkan petugas safety, Marsinggih. Bersama Sofyan Hadi, rekannya, keduanya masuk ke gudang, tempat tangki berada. “Karena asap tebal, Sofyan keluar, sedangkan Marsinggih tidak, dia masih masuk mencari sumber api,” tutur Sebpril.

Hingga kini, penyidik telah meminta keterangan empat saksi. “Saksi masih diproses, karena ada juga yang sedang dirawat di rumah sakit,” ujarnya. Pihaknya belum memastikan, apakah ada unsur kelalaian yang mengakibatkan nyawa Marsinggih tewas. “Belum, kami masih dalami,” kata mantan Kapolsek Balikpapan Barat itu.

Sebelumnya, kapal jenis AWB bernama Ewis Lady terbakar di dermaga milik perusahaan PT Menara Tama Samudra Indah di Jalan Alam Baru Somber, Balikpapan, Senin (2/1). (*/ay/aim/rom/k15)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top