KM Anugrah Tenggelam, Korban Mengaku Baru Pertama Kali Berlayar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

KM Anugrah Tenggelam, Korban Mengaku Baru Pertama Kali Berlayar

KORBAN KEMBALI : Korban, Awaludin naik di speedboat untuk kembali ke Tarakan, sekira pukul 10.00 Wita, kemarin. (IST/KALTARA POS)

FAJAR.CO.ID, NUNUKAN – Seorang korban kecelakaan laut kapal KM Anugerah yang tenggelam di perairan Tanjung Ahus, Nunukan bernama Awaluddin (26) akhirnya bisa kembali ke Tarakan. Sebelum pulang, Awaluddin diketahui sempat menjalani perawatan di Puskesmas Sei Nyamuk, Sebatik Timur.

Dari pengakuannya, dia baru pertama kali berlayar dan menjadi Anak Buah Kapal (ABK). Saat itu dia bersama dua orang rekannya, yakni Sofyan (30) dan Dedi (20) berlayar tanpa peduli kondisi cuaca yang sedang buruk. Mereka pun tetap nekat berlayar hingga akhirnya, kapal yang mereka tumpangi karam setelah diterjang ombak.

“Sudah tau saat itu cuaca sedang tidak bagus. Tapi, keadaannya tidak terlalu parah,” ujarnya kepada Kaltara Pos, sekira pukul 10.00 Wita, Selasa (3/1) saat berada di speedboat menuju ke Tarakan.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, saat melakukan pelayaran sekira pukul 07.00 Wita, Jumat (30/12) dari pelabuhan Tanjung Selor hendak menuju ke pelabuhan Sembakung,  tidak ada muatan lain, selain tiga drum bahan bakar untuk persiapan berlayar sampai ke pelabuhan Sembakung.

“Tujuan kami melakukan pelayaran itu untuk angkut sawit yang di Sembakung. Jadi, kami jalan tidak ada yang kami muat, kecuali tiga drum bahan bakar untuk persediaan kami,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, ketika di tengah perjalanan, tiba-tiba ada angin kencang dan ombak yang kemudian menerjang kapal mereka. Sehingga, bagian badan kapal yang terbuat dari kayu itu bocor.

“Kapal tidak langsung tenggelam. Tapi karena angin dan ombak yang kencang saat itu, kami langsung melompat ke laut,” tuturnya.

Dia menceritakan, saat itu dirinya masih bertahan di atas kapal. Setelah mereka melompat, perlahan kapal yang mereka tumpangi itu tenggelam. “Tapi lama kelamaan angin dan ombak menerpa, akhirnya kami bertiga lompat,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, saat itu mereka berenang tanpa menggunakan alat bantu selama dua hari. Sampai akhirnya, dia ditemukan oleh dua orang nelayan, yakni Sesal (56) dan Solong (37) di sekitar perairan Batu Lamampu, Kecamatan Sebatik, sekira pukul 17.00, tahun awal tahun 2017 lalu.

“Waktu itu kebetulan ada kapal perahu nelayan yang lewat. Akhirnya saya teriak minta tolong. Syukur mereka mendengar, baru saya dibantu mereka,” tuturnya lagi.

Dia juga mengatakan, saat dirinya ditemukan sudah dalam keadaan lemas dan matanya sulit untuk dibuka. Lemasnya karena tak menggunakan alat bantu untuk berenang. “Kami bertiga panik dan tidak sempat untuk cari alat bantu,” terangnya.

Sementara itu, dia mengakui, dirinya baru pertama kali melakukan pelayaran. “Ini baru pertama kali saya berlayar. Saya juga tidak nyangka kalau akan jadi begini,” ungkapnya.

Dia juga menerangkan, pulangnya ke Tarakan karena dijemput oleh keluarganya sekira pukul 14.00 Wita, Minggu (1/1). “Keluarga saya juga sudah datang menjemput,” katanya.

Sebelumnya dikabarkan, korban Dedy ditemukan nelayan asal Tarakan dengan keadaan selamat tak jauh dari posisi kapal tenggelam, tepatnya berada di titik 03 47 00 LU-118 00’00 BT. Namun, korban lainnya, Sofyan masih dilakukan pencarian tim Patroli Keamanan Laut (Patkamla) dan tim Basarnas Nunukan.

“Sekarang sudah ada dua korban yang berhasil ditemukan selamat. Tinggal satu korban lagi,” jelas Komandan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Nunukan, Letkol Laut (P) Ari Aryanto.

Tim gabungan pencarian korban, Sofyan (32) kecelakaan laut kapal KM. Anugerah masih terus dilakukan. Unsur Basarnas Nunukan dan Patroli Keamanan Laut (Patkamla) terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian di perairan Tanjung Ahus, Nunukan.

Soal pencarian ini, Ari Aryono mengatakan, anggotanya sedang melakukan pencarian hingga ke Tanjung Bunyu, Kecamatan Tanjung Selor. Pihaknya juga sudah memberikan instruksi kepada jajarannya yang ada di Sebatik (Pos Angkatan Laut Sei Nyamuk dan Sei Taiwan) serta Tanjung Ahus untuk melaksanakan upaya pencarian dan sosialiasi.

“Saat ini sedang kami upayakan pencarian korban ini,” ungkapnya ketika ditemui, sekira pukul 09.30 Wita, Selasa (3/1).

Lebih lanjut, dia menyatakan, bahwa tim yang sudah turun melakukan pencarian tentunya masih meminta dari para nelayan untuk ikut membantu melakukan pencarian. Hal itu diharapkan, agar korban dapat segera ditemukan. “Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Tim SAR Nunukan dan Tarakan. Diharapkan bisa cepat ketemu korbannya,” ucapnya lagi.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, personelnya yang melakukan penjagaan di Pos Angkatan Laut Sei Tawan, sekira pukul 14.30 Wita, Senin (2/1) juga telah melakukan koordinasi dan observasi lokasi kejadian. “Belum ada laporan lanjutan dari anggota saya disana. Hanya saja, kami terus melakukan penelusuran diarea tersebut,” tuturnya.

Dia menyatakan, korban saat ini diperkirakan sudah masuk di sekitar perairan Tarakan. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan pencarian di sekitar area kejadian.

Sementara itu, dikatakannya, hingga kini belum ada keluarga korban yang datang untuk mencari tahu perkembangan informasi korban, Sofyan.

“Jika ada yang merasa keluarga korban bisa langsung hubungi kami. Sehingga kabar selanjutnya, kami bisa berikan informasi perkembangan kepada mereka,” tutupnya. (*/kp2)

loading...
Click to comment
To Top