Pengakuan Ius Pane: Dia Teriak, Jadi Saya Pukul – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Pengakuan Ius Pane: Dia Teriak, Jadi Saya Pukul

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Salah satu tersangka kasus pencurian dengan kekerasan di Pulomas, Jakarta Timur, Ridwan Sitorus alias Ius Pane mengaku menyesali perbuatannya.

Bahkan, Ius rela menerima konsekuesi terhadapnya, sekali pun harus dihukum mati.

“Nyesel, Bang. Kalau sudah kesalahaan fatal, saya terima aja. (Hukuman mati?) Saya serahkan ke proses hukum aja,” tutur Ius seraya menitikkan air mata saat ditanya wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (5/1).

Kepada wartawan, Ius mengakui jika dirinya telah menyeret salah satu korban, Diona, anak dari Dodi Triono.

Ius menjambak rambut anak pertama dari istri kedua Dodi itu dari lantai atas ke arah kamar mandi di lantai satu.

Bahkan, dalam rekaman CCTV, Ius terlihat memukulkan senjata api yang dipegangnya ke arah Diona.

“Dia teriak, jadi saya pukul,” ungkap Ius.

Menurut Ius, aksi tersebut merupakan yang ketiga dilakukan komplotannya dalam tempo satu minggu. Ius bahkan tidak bisa membayangkan jika hal yang sama menimpa keluarga dan anaknya.

“Saya punya anak berumur 20 tahun. Kalau anak saya diperlakukan seperti itu (dianiaya hingga tewas), saya tidak terima,” paparnya.

Seperti diketahui, Ius beserta komplotan pimpinan Ramlan Butarbutar, Alfins Bernius Sinaga dan Erwin Situmorang menyatroni kediaman Dodi, Selasa (27/12).

Enam dari sebelas korban tewas kekurangan oksigen setelah disekap dalam kamar mandi berukuran 1,5×1,5 meter selama berjam-jam.

Kecuali Ramlan yang ditembak mati, tiga anggota komplotan lainnya dijerat pasal berlapis, pasal 338 jo 365 jo 333 KUH Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Jika terbukti bersalah, hukuman terberat dari pasal yang dijeratkan kepada tersangka, terancam penjara seumur hidup atau hukuman mati. (Fajar/rmol/pojoksatu)

Click to comment
To Top