PP 60 Tahun 2016 Soal Tarif Baru Kendaraan Bermotor Dinilai Cacat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

PP 60 Tahun 2016 Soal Tarif Baru Kendaraan Bermotor Dinilai Cacat

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mendesak Presiden Joko Widodo untuk membatalkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016.

Sebab, PP soal tarif baru kendaraan bermotor itu dinilai cacat mekanisme.

Adapun PP tersebut mengatur tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Kami menuntut Presiden Jokowi untuk membatalkan PP Nomor 60. Karena PP ini cacat mekanisme,” tegas Sekretaris Jenderal FITRA Yenny Sucipto di kantornya, Mampang Prapatan, Jakarta, Kamis (5/1).

Cacat mekanisme yang dimaksud yakni, tidak adanya naskah akademik dan uji publik yang melibatkan masyarakat.

Harusnya, lanjut Yenny, lebih dulu ada penjaringan aspirasi di masyarakat, sebelum PP tersebut diterbitkan pada 6 Desember lalu dan berlaku besok.

Seharusnya, juga perlu ada evaluasi terhadap pengelolaan PNBP dari kendaraan bermotor tersebut.

Atau, sejauh mana pengelolaanya di institusi yang dipercaya tersebut. Khususnya dalam melayani masyarakat.

Dirinya khawatir PP tersebut bisa dimanfaatkan sejumlah eliet tertentu karena tidak ada akuntabilitas pasti di sektor kendaraan.

“Kita tidak ingin aturan yang korbankan masyarakat tanpa ada kajian institusi,” tegas Yenny.

Apalagi, kata dia, target dari kenaikkan PNBP dari PP tersebut hanya Rp 1,7 Triliun. Seharusnya, pemerintah memanfaatkan sektor lain yang potensi penerimaannya lebih besar dari ini.

Misalnya, di sektor kehutanan yang potensinya hilang Rp 30,3 Triliun per tahun.

Untuk itu, jika memaksakan kehendak dengan menaikkan harga pengurusan kendaraan bermotor untuk penerimaan negara, menurutnya, akan semakin memberikan beban kepada masyarakat secara langsung.

“Dan semakin memberikan distrust terhadap kepemimpinan pemerintahan saat ini. Kita tidak ingin seperti itu,” pungkas Yenny.

Click to comment
To Top