Tidak Hadiri Panggilan KPK, Saksi Kasus Nur Alam Ternyata Sudah Meninggal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Tidak Hadiri Panggilan KPK, Saksi Kasus Nur Alam Ternyata Sudah Meninggal

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kamis (5/1) sejatinya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap salah seorang auditor akuntan publik, Nursehan Muchlis. Ia dipanggil untuk dimintai keterangannya terhadap tersangka Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam.

Namun ternyata, KPK mendapat kabar bahwa saksi yang bersangkutan ternyata sudah meninggal dunia. Tak hanya itu, kantor akuntan tempat Nursehan bekerja juga sudah tidak ada.

“Saksi Nur Alam (Nursehan Muchlis) tidak datang, karena kantor akuntan publiknya sudah tidak ada dan saksi tersebut juga sudah meninggal dunia,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (5/1).

Meski tidak dapat menggali informasi dari saksi tersebut, KPK tidak berhenti melakukan pengusutan kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Nur Alam. Bahkan sampai saat ini, KPK tengah menghitung kerugian negara atas ulah Gubernur dua periode itu.

“Kita masih proses penghitungan audit keuangan kerugian negara, itu pasti butuh waktu,” tambahnya.

Dalam kasus ini, Nur Alam diduga telah menyalahgunakan wewenang dalam menerbitkan Surat Keputusan (SK) Persetujuan Percadangan Wilayah Pertambangan, Persetujuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi, dan SK Persetujuan Peningkatan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi Menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi kepada PT Anugrah Harisma Barakah (AHB).

Perusahaan itu yang melakukan penambangan nikel di Kabupaten Buton dan Bombana di Sultra selama periode 2008-2014.

Atas perbuatannya, Nur Alam disangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Hrm/Fajar)

Click to comment
To Top