Kapolri Ancam Copot Direktur Narkoba, Jika… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Kapolri Ancam Copot Direktur Narkoba, Jika…

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah memberikan warning kepada para bandar kasus narkotika yang hendak menjadikan Indonesia sebagai tempat beroperasi. Dia berjanji akan menindak tegas para bandar ini dengan tembak di tempat, apalagi bila sampai membahayakan petugas.

Dengan penindakan yang baru saja dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri yakni, menembak mati dua bandar dari luar negeri, Tito sangat mengapresiasi. “Ini hasil kerja cukup dan perlu dapat apresiasi dan perlu disampaikan ke publik,” ucap dia di kamar jenazah RS Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (6/1).

Tapi, kata dia, bila para direktur narkoba takut dan ogah-ogahan menindak para bandar, maka dia akan melakukan pergantian. Kinerja para direktur akan selalu dianalisa dan evaluasi olehnya.

“Saya perintahkan kepada jajaran narkoba, jangan segan dan ragu untuk ambil langkah tegas nanti yang takut akan kita ganti. Karena perang narkoba harus kerja sama dan tidak main-main karena generasi muda bisa semakin diserang oleh narkoba,” tegas dia.

Sebelumnya, penangkapan ini bermula dari Bea Cukai yang menempatkan tim narkotik di Bandara Soekarno Hatta dan menangkap seorang wanita asal Tanzania bernama Kessy Lilian Venance. Dia ketahuan menelan 66 kapsul berisi sabu-sabu dan menyimpan 22 kapsul di dalam celana dalamnya.

“Dari penangkapan itu kemudian dikembangkan oleh Polri dan Bea Cukai dan melakukan controlled delivery, wanita ini diperintahkan kekasihnya bernama Edward alias Bros dari Uganda,” kata Tito.

Rencananya, bila berhasil, sabu itu akan diserahkan kepada dua warga Nigeria yakni Oyagu Malachy Chiwetalu dan Chukwuebuka Cornelius Ifenangi. Lokasi penyerahannya ada di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Lalu polisi melakukan pengejaran terhadap dua warga asing itu. Saat hendak dilakukan penangkapan, keduanya memberikan perlawanan sehingga harus dilumpuhkan dengan tembakan terukur.

Tito menyebut jaringan ini adalah Africa Network yang masuk ke Indonesia dan melalui Malaysia. “Dari jaringan ini kita tangkap tiga, satu hidup dan dua mati,” tegas dia. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top