Kolesterol Baik Ternyata Tidak Selamanya Baik untuk Jantung, Malah Sebaliknya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kesehatan

Kolesterol Baik Ternyata Tidak Selamanya Baik untuk Jantung, Malah Sebaliknya

FAJAR HEALTH – Anda mungkin sering mendengar istilah HDL atau kolesterol baik, kolesterol yang salah satu manfaatnya adalah untuk menjaga kesehatan jantung.

Dalam sebuah studi skala besar bahkan pernah menyebutkan bahwa mereka dengan kadar HDL tinggi mampu menurunkan resiko terkena serangan jantung atau stroke sebesar 16 persen jika dibandingkan mereka dengan kadar kolesterol baik yang rendah.

Dilansir Health.com, belakangan diketahui bahwa dengan semata-mata meningkatkan kadar HDL dengan tujuan untuk mengurangi kadar LDL (kolesterol jahat) tidak ujug-ujug melindungi seseorang dari serangan yang kerap menyebabkan kelumpuhan hingga kematian tersebut.

Malahan, diketahui bahwa tingginya kadar HDL (pada pria lebih dari 70 mg/dl dan pada wanita 90 mg/dl) justru menjadi salah satu penyebab tingginya resiko kematian akibat serangan jantung dan stroke,

Singkatnya, kadar HDL tidak dapat dijadikan ukuran pasti terhadap resiko serangan jantung dan stroke dan intevensi meningkatkan kadar HDL tidaklah seperti yang diharapkan sebelumnya.

“Kaitan antara kolesterol baik dengan penyakit jantung itu begitu kompleks,” kata lead author T. Ko, MD., profesor dari Institute for Clinical Evaluative Sciences, Toronto, Kanada.

Namun kadar HDL yang rendah ini, kata Dr. Ko, ada kaitannya dengan resiko penyakit jantung lainnya seperti diet yang buruk dan kebiasaan berolahraga atau kondisi kesehatan lainnya

“Meningkatkan kadar HDL sendiri tidak akan membantu mereka (pemilik HDL rendah),” tegasnya.

Jadi, ketimbang hanya menitikberatkan pada peningkatan kadar HDL, yang seharus dilakukan adalah justru merubah pola hidup yang selama ini dikaitkan dengan masalah jantung atau serang stroke itu sendiri, seperti berhenti merokok, mulai berolahraga, memiliki berat badan yang ideal dan beberapa faktor lain penunjang kesehatan jantung.

Para peneliti sebelumnya menyatakan bahwa studi ini memiliki keterbatasan, salah satunya adalah ketidakmampuan untuk melihat subclass dan ukuran partikel dari molekul HDL. Studi lanjutan untuk mengungkap area lain dari kaitan antara HDL dengan penyakit jantung mungkin akan dilakukan ke depannya.(Fajar)

loading...
Click to comment
To Top