Pemerintah Diminta Kaji Ulang Langkah Naikkan Harga BBM, TDL dan PNBP – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Langkah Naikkan Harga BBM, TDL dan PNBP

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah dinilai dinilai tergesa-gesa dalam mengambil langkah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Tarif Dasar Listrik (TDL), dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Masyarakat pun meminta pemerintah agar mengkaji ulang dampak yang terjadi atas kenaikkan tersebut.

“Kami sangat terkejut dengan kebijakan pemerintah. Karena dengan mudah menaikkan tiga kebutuhan pokok yang menyangkut rakyat kecil. Ini kebijakan yang tergesa-gesa, tanpa memikirkan dampak yang terjadi, terutama bagi kalangan menengah ke bawah,” tegas Edwin, Sekjen HMI Cabang Sambas, Kamis (5/1).

Ditegaskan Edwin, kenaikan BBM, TDL dan PNBP merupakan kado tahun baru terpahit dari pemerintah kepada rakyatnya. Meski kenikkan BBM bukan untuk premium dan solar, namun menurut Sekjen HMI ini, premiun yang biasa digunakan masyarakat menengah ke bawah sudah mulai jarang dijumpai di stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU.

“Kadang-kadang kosong, sehingga masyarakat mau tidak mau beralih ke pertalite atau pertamax,” jelas Edwin.

Sementara TDL, meski hanya berlaku untuk 900 watt, namun sekarang untuk 450 watt tidak diperbolehkan lagi, bagi rakyat yang memasang aliran listrik. Artinya, baik miskin atau yang kaya untuk pemasangan baru harus 900 watt.

“Ini sama saja. Akal-akalan pemerintah untuk tidak menaikkan yang 450 watt, sementara untuk skala rumah tangga sudah jarang dijumpai,” katanya.

Kenaikkan PNBP juga sangat memberatkan masyarakat. Pasalnya pembuatan STNK dan SIM itu sudah menjadi kewajiban rakyat. Sepeda motor bukan lagi barang mewah, melainkan kebutuhan rakyat untuk mengais rezeki.

“Berarti kenaikkan pajak bermotor tentu sangat memberatkan masyarakat menengah ke bawah,” tegas Edwin.

Sekjen Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS) Eko Wahyudi menuturkan, kenaikkan BBM, TDL serta PNBP sudah final. Dia berharap tidak terjadi lagi kelangkaan BBM, pemadaman listrik secara bergilir serta rumitnya mengurus dokumen-dokumen pajak.

Pemkab Sambas harus bekerja ekstra keras. Tidak dipungkiri, ketika harga BBM naik, tidak sedikit pengusaha hidung belang memanfaatkan untuk menimbun minyak, kemudian akan dijual kembali kepada masyarakat dengan harga yang sangat mahal.

“Ini sungguh akan berdampak kepada ekonomi kalangan menengah ke bawah. Karena selain harganya mahal, juga langka didapatkan,” tegasnya. (Fajar/JPG)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top