Wartawan Dicekik Oknum Polisi saat Liput Kasus Cabul – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Wartawan Dicekik Oknum Polisi saat Liput Kasus Cabul

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Oknum petugas Polres Balikpapan mencekik seorang wartawan media Televisi swasta nasional bernama Mukmin Aziz pada saat menjalankan tugas sebagai pewarta. Selain mendapatkan perlakuan kasar, kamera yang biasa dijadikan untuk peliputan jaga rusak lantaran terjatuh karena didorong oknum petugas.

Diketahui korban ketika itu tengah meliput pengaduan para orang tua korban pencabulan di Mako Polres Balikpapan, akan tetapi si oknum polisi yang bertugas di bagian Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) menghalang-halangi pada saat mengambil gambar.

“Saya dicekik lehernya pas saya lagi liputan terkait korban pencabulan, kamera saya ditutup terus dipepetin ke mobil lalu dicekik, tangan saya diremas,”katanya diutip dari Balikpapan Pos (Jawa Pos Group), Jumat (6/1).

Dikatakan Mino -sapaan akbrab Mukmin Aziz- pihaknya sebelumnya sudah meminta izin kepada pihak keluarga korban. “Kita sudah tahu kode etik jurnalis ini kasus asusila pasti saya akan blur wajahnya dan meminta hak jawab pada Kepolisian, memang seperti biasanya. Tapi kok malah saya dihalang-halangi padahal sudah saya jelaskan,” bebernya.

Atas tindakan yang diterima kata Mino pihaknya mengadukan oknum Polisi tersebut untuk diproses hukum. “Ini sebagai pelajaran saja cukup saya yang menjadi contoh dan tidak terulang dikemudian hari, selain itu saya juga meminta kamera saya diganti baru,”tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta menuturkan, persoalan itu karena salah paham saja dalam berkomunikasi. “Sudah damai dan masalah itu hanya soal penyampaian saja. Kita akan ganti kamera saudara Mino. Saya juga meminta maaf atas kejadian ini, hubungan yang sudah berjalan baik ini terus kita lanjutkan,” tandasnya.

Dukungan moril datang dari rekan-rekan media baik dari media online, cetak dan televisi dengan mendatangi Mako Polres Balikpapan untuk meminta pertangungjawaban pihak Kepolisian.

Pengurus IJTI Kalimantan Timur Korda Balikpapan, Poniran mengaku mengutuk keras tindakan Kepolisian yang menghalang-halangi kegiatan jurnalistik. “Mendesak Kapolda Kaltim segera turun tangan untuk membenahi perilaku anggota kepolisian yang semena-mena,”tegasnya.

Pihaknya juga berkirim surat ke Pengurus Pusat IJTI di Jakarta terkait kasus kekerasan tersebut.”Kita akan berkirim surat ke Pengurus Pusat IJTI untuk menindak lanjuti kasus tersebut,”katanya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Balikpapan, Novi Abdi yang menyesalkan kejadian yersebut. “Terlepas dari bagaimana kejadian yang sebenarnya, pekerjaan jurnalis adalah profesi yang dilindungi Undang-Undang, yaitu UU Nomor 40/1999, terutama di pasal 4 dan pasal 5,”bebernya.

Menurutnya apa yang dilakukan oknum polisi saat itu dengan mendorong dan menahan leher saudara Mukmin Azis, lalu kemudian kameranya terjatuh dan rusak, dapat dikategorikan menghalang-halangi yang bersangkutan menjalankan pekerjaannya.

“Tapi kami juga sangat menghargai reaksi cepat Kapolres yang meminta maaf dan mendamaikan keduanya. Saya juga mendengar kamera yang rusak diganti Kapolres,”ujar pria berambut gimbal ini.

Mengenai hukuman kepada oknum polisi yang bersangkutan, untuk diserahkan kepada Kapolres. “Tentu ada mekanisme internal polisi yang mengatur ini,”singkatnya.

Novi juga mengimbau kawan-kawan jurnalis bekerja dengan pedoman etika jurnalistik, maka perlu juga kita mengingat dan menaati aturan-aturan lain.

“Seperti sopan santun dan etika umum pergaulan serta sedapat mungkin mengkuti aturan yang berlaku baik aturan formal maupun informal. Pun bila berada di tempat yang khusus dan memiliki aturan-aturan tersendiri seperti di kantor polisi,” tandasnya. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top