Innalillah, Pengantin Baru Tewas Tertimpa Tangga Darurat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Innalillah, Pengantin Baru Tewas Tertimpa Tangga Darurat

FAJAR.CO.ID, TASIKMALAYA – Seorang pemuda asal Kampung Cipasara Desa Mandalaguna Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya yang baru tiga bulan menikah tewas secara mengenaskan, Rabu (4/1).

Fajar Sidiq, 21, tewas setelah tertimpa tangga darurat di Apartemen Grand Kamala Lagoon, Kota Bekasi, Jawa Barat. Fajar harus meninggalkan istri tercitanya Herna Ananda, 15, selamanya.

Sampai Jumat (6/1) pukul 23.45, jenazah pria yang tertimbun saat pemasangan tangga darurat itu, belum tiba di Salopa.

Pihak keluarga dalam perjalanan mengambil jenazah ke Rumah Sakit Polri Keramat Jati, Jakarta Timur.

Kapolsek Salopa AKP Ai Hidayat menjelaskan berdasarkan keterangan keluarga korban, Fajar baru satu minggu bekerja di proyek apartemen di Bekasi tersebut.

Menurut Ai Hidayat, pihak keluarga Fajar berangkat ke Jakarta Kamis malam (5/1). Tadi malam, mereka membawa jenazah korban di Rumah Sakit Polri Keramat Jati. Sebelumnya, jenazah korban diotopsi.

“Kemungkinan jenazah Fajar tiba di rumah duka Sabtu (7/1) subuh dan akan langsung dimakamkan di pemakaman umum di Desa Mandalaguna,” ujar kapolsek.

Istri korban, Herna Ananda mengaku sangat terpukul dan kehilangan atas meninggalnya Fajar, suami yang menikahinya tiga bulan lalu itu.

“Saya pun ikut ke Jakarta dengan keluarga untuk membawa jenazah suami saya ke Tasik,” ujarnya saat dihubungi Radar Banyumas (Jawa Pos Group) hari ini.

Di mata Herna, Fajar suami yang baik dan bertanggung jawab bagi keluarga.

Sebelum bekerja di pembangunan Apartemen Grand Kamala Lagoon, Kota Bekasi, menurut Herna, suaminya sudah dua bulan bekerja di bangunan. “Di tempat lain,” ungkapnya.

Keluarga korban, Ikbal Nurdiansyah (23) mengungkapkan Fajar sosok yang baik dan ramah. “Sebelum tahun baru, Fajar pernah mengajak saya kerja di Bekasi. Tetapi saya bilang tidak mau,” tuturnya.

Teman sekampung dengan korban, Hendrawan (21) mengaku sempat ikut bekerja dengan Fajar di proyek pembangunan. Namun Hendrawan malah mengalami kecelakaan. Tangannya terjepit besi hingga terluka.

Herdrawan pun kembali. Pulang ke kampung halamannya untuk beristirahat. Sampai kemarin, dia belum bekerja lagi. “Itu murni kecelakaan bukan kelalaian dari pengembang proyek pembangunan,” ungkapnya.

Jadi, kata Hendrawan, kalau dari pengawas pengembang, sangat disiplin mengawasi pengerjaan proyek. “Kalau ada pekerja yang tidak menggunakan helm proyek disuruh pakai helm, sepatu biar aman,” ujarnya. (Fajar/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top