Ngerii.. Pengidap HIV Mulai Merambah Para Petani hingga Pegawai Negeri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Ngerii.. Pengidap HIV Mulai Merambah Para Petani hingga Pegawai Negeri

FAJAR.CO.ID SITUBONDO – Penyakit mematikan HIV/AIDS terus mengancam siapa saja.

Bahkan kota Situbondo pun yang jauh dari hingar bingar kehidupan metropolis seperti Jakarta dan Surabaya, ibu rumah tangga menjadi sasaran.

Bahkan penderitanya terbesar dari keseluruhan total 611  orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Setidaknya ada 20 warga Situbondo meninggal karena HIV/AIDS sepanjang tahun 2016.

Menurut Dinas Kesehatan Pemkab Situbondo, 20 ODHA yang meninggal adalah warga Situbondo yang tersebar di beberapa kecamatan.

“Mereka yang menninggal karena HIV itu sudah dewasa. Dan kebanyakan mereka terlambat memeriksakan diri ke petugas medis,” kata Kasi Pemberantasan Penyakit dan Konselor HIV/AIDS, Heryawan, Kamis (5/1/2017).

Pria yang fokus menggeluti dunia HIV/AIDS ini menyebutkan, pada tahun 2016 lalu terdata ada 111 ODHA baru ditemukan.

Jumlah itu turun dibanding temuan baru di tahun 2015 yang mencapai sebanyak 123 orang.

Dari sebanyak 611 ODHA di Situbondo tersebut, kalangan ibu rumah tangga masih mendominasi jumlah penderita HIV/AIDS. Sedangkan prianya  40 persen.

Mereka yang menderita HIV/AIDS sudah merata. Dari petani hingga pegawai negeri sipil.

Menurut Heryawan, jumlah keseluruhan ODHA di Situbondo sebanyak 611 penderita. Sudah puluhan yang meninggal.

Puluhan penderita sudah meninggal. Dari jumlah tersebut 70 persen menderita AIDS. Sedangkan 30 persennya masih HIV.

Heryawan menjelaskan, penyebab terbesar penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Situbondo adalah hubungan seks bebas.

Menurutnya, dua eks lokalisasi di Bandengan, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan dan eks lokalisasi Gunung Sampan, Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo penyumbang terbesar.

“Penularan dari sisi lain ada, misalnya warung remang-remang atau yang lain. Kemudian sebagian juga ada yang menular karena orang yang bekerja di luar daerah pulang membawa penyakit itu. Tetapi, untuk Situbondo sendiri penyebab terbesarnya masih terjadi didua eks lokasisasi,” pungkasnya

To Top