Berani! Kibarkan Bendera Bintang Kejora saat Staf KJRI Salat Jumat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Internasional

Berani! Kibarkan Bendera Bintang Kejora saat Staf KJRI Salat Jumat

FAJAR.CO.ID, Tindakan tidak terpuji dilakukan oleh salah satu warga Australia yang menerobos masuk dan mengibarkan bendera bintang kejora di Kantor Konsulat Jenderal RI di Melbourne, Australia.

Aksi gila tersebut terjadi pada Jumat siang (6/1). Pada saat sebagian besar staf KJRI melaksanakan salat Jumat, seorang pria menerobos pagar tembok KJRI yang setinggi 2,5 meter dari gedung apartemen sebelah.

Kemudian, dia berdiri di gedung KJRI yang bisa dilihat dari jalan dan mengibarkan bendera Bintang Kejora. Aksi tersebut direkam seorang perempuan yang dikabarkan termasuk komplotan si penerobos.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan, penerobosan di gedung KJRI Melbourne merupakan tindakan kriminal yang tidak bisa ditoleransi sama sekali. Karena itu, sebagai negara penerima, Australia memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk segera memproses hukum dan menjamin keamanan semua misi Indonesia di Australia.

“Otoritas Australia harus segera menuntaskan investigasi dan memproses hukum pelaku kriminal penerobos KJRI Mel­bourne,” ucapnya.

Menurut Vienna Convention 1961, lanjut dia, negara penerima utusan asing memiliki tugas khusus untuk melindungi ba­ngunan-bangunan misi dari segala bentuk intrusi. Mulai dari pencegahan kerusakan atau segala bentuk gangguan kete­nangan hingga perusakan kewibawaan misi.

Retno pun sudah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop kemarin (7/1) untuk memastikan bah­wa investigasi berlangsung tanpa ada penyelewengan. “Dubes RI Canberra juga terus berkomunikasi dengan otoritas lokal guna memastikan keamanan semua misi dan staf Diplomatik Konsuler Indonesia di Australia,” terangnya.

Peristiwa pengibaran bendera yang menjadi simbol Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu dinilai akan mengendurkan kembali hubungan dua negara. Karena itu, pemerintah diharapkan bisa menangani kejadian tersebut secara tegas untuk menghindari kemarahan masyarakat.

Pengamat hubungan luar negeri Hikmahanto Juwana mengatakan, kejadian di KJRI Melbourne harus ditangani serius oleh pemerintah Indonesia dan Australia. Sangat mungkin aksi tersebut memanfaatkan situasi pasca penangguhan sementara kerja sama militer kedua negara.

“Warga (pelaku, Red) tersebut kelihatannya hendak mengolok-olok isu sensitif yang menyebabkan adanya penangguhan sementara kerja sama militer. Tindakan itu sulit untuk dianggap sebagai tindakan yang terpisah dari isu kedua negara saat ini,” jelasnya di Jakarta kemarin. (jpg/fajar)

loading...
Click to comment
To Top