Cakep Nih! Sekolah Gratis Gaya Pemkab Surabaya Bisa Jadi Contoh – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Cakep Nih! Sekolah Gratis Gaya Pemkab Surabaya Bisa Jadi Contoh

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, SURABAYA- Pemkab dan DPRD Sidoarjo terus menggodok rancangan peraturan bupati (perbup) tentang sekolah gratis sembilan tahun. Rencananya, Kota Delta akan mengadopsi sistem sekolah tanpa bayar seperti diterapkan di Kota Surabaya.

Bukan hanya biaya investasi dan operasional, sejumlah biaya personal yang selama ini membebani wali murid juga akan digratiskan. Ide itu lahir setelah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo dan Komisi D (Bidang Kesra) DPRD Sidoarjo melakukan studi banding ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya.

”Sistem sekolah gratis di Surabaya sudah tertata dengan baik. Biaya operasional, investasi, dan personal diatur rinci. Jadi, tidak memberatkan wali murid,” kata anggota Komisi D Bangun Winarso.

Dia mencontohkan beberapa item yang digratiskan di Surabaya. Di antaranya, uang gedung dan biaya daftar ulang. Sekolah juga tidak memungut biaya tambahan belajar. Selain itu, Pemkot Surabaya memberikan kuota 8 persen bagi siswa miskin.

Seluruh kebutuhan pendidikan siswa tidak mampu tersebut ditanggung pemkot. ”Di Surabaya kebutuhan siswa miskin dari ujung rambut sampai ujung kaki seluruhnya ditanggung,” jelas Bangun.

Pengaturan biaya personal pun sangat terperinci. Tujuannya mencegah adanya tarikan oleh sekolah. Bangun mengungkapkan, wali murid di Surabaya hanya mengeluarkan biaya untuk membeli keperluan seragam seperti badge dan topi.

Koperasi di tiap-tiap sekolah menyediakan kebutuhan tersebut. Yang menarik, harganya jauh lebih murah daripada harga di pasaran. ”Wali murid juga bisa mencicil,” paparnya.

Bukan hanya biaya personal, investasi dan operasional serta kegiatan tambahan pun diatur. Misalnya, program study tour. Dispendik Surabaya membuat aturan kegiatan belajar di luar sekolah itu hanya dilaksanakan di sekitar Surabaya.

Politikus PAN itu menuturkan, sistem sekolah gratis tersebut akan diadopsi Sidoarjo. Sejumlah biaya personal akan digratiskan. Termasuk tambahan belajar atau bimbingan belajar (bimbel), uang gedung, lembar kerja siswa (LKS) dan buku pelajaran, serta biaya daftar ulang.

Untuk study tour, sistemnya jug meniru Surabaya. ”Kami akan dorong Sidoarjo seperti itu,” tegasnya. Bahkan, Bangun menambahkan, aturan sekolah gratis di Sidoarjo bakal lebih serius jika dibandingkan dengan Surabaya.

Jika wali murid di Surabaya masih harus menyediakan uang seragam, di Sidoarjo nanti biaya seragam ditanggung pemkab. ”Kami usahakan biaya seragam gratis,” ujarnya.

Selain itu, sumbangan dari wali murid akan diatur. Sumbangan tetap boleh, namun mekanismenya akan diatur. Contohnya, sekolah tidak boleh memaksa, sumbangan bersifat sukarela, dan siswa miskin berhak tidak membayar sumbangan.

”Kami juga punya ide sumbangan berbentuk barang, bukan uang. Misal, kalau sekolah butuh AC, wali murid yang mampu menyumbang AC,” terangnya.

Lantas, apakah pemkab mampu menanggung sejumlah biaya personal itu? Bangun optimistis pemkab sanggup menutup biaya personal. Sebab, tahun ini dispendikbud mendapatkan alokasi anggaran yang cukup besar dari APBD.

Yakni, 32 persen dari total APBD Sidoarjo yang nilainya mencapai Rp 4,1 triliun. ”Saya rasa mampu. Total anggaran untuk pendidikan Rp 1,3 triliun,” jelasnya.

Pernyataan senada disampaikan Sekretaris Dispendikbud Sidoarjo Tirto Adi. Dia mengatakan, penerapan sekolah gratis di Surabaya akan dijadikan referensi.

Namun, pihaknya akan membahas terlebih dahulu dengan dewan. ”Ada kemungkinan seperti itu. Mengadopsi Surabaya,” ujarnya. (fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top