Cara Didik Guru Cabul: Ajak ke Kebun, Kasih Rp10Ribu, Langsung Colok, Joss! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Cara Didik Guru Cabul: Ajak ke Kebun, Kasih Rp10Ribu, Langsung Colok, Joss!

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, PULAU DERAWAN – Perbuatan sangat tidak terpuji dilakukan Ap (48). Oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas sebagai guru SD di Kampung Kasai, Kecamatan Pulau Derawan, diduga telah mencabuli muridnya sendiri. Ap diamankan di Mapolsek Pulau Derawan, Jumat (6/1). Sebelumnya, aparat Polsek Derawan menerima laporan dari orangtua Mawar (nama samaran, red), yang merupakan salah satu murid Ap di SD tempatnya mengajar.

Menurut Kapolres Berau AKBP Handoko melalui Wakapolres Berau Kompol Indra Kurniawan, orangtua Mawar sangat geram setelah mengetahui anaknya merasa kesakitan saat buang air. Apalagi setelah mengetahui jika rasa sakit itu muncul, karena kemaluan anaknya telah diobok-obok oleh oknum guru tersebut.

Kejadian itu dikatakan Indra, bermula pada Selasa (20/12/2016), saat Ap mengajak Mawar dan adiknya, serta anaknya sendiri ke kebun miliknya yang juga berada di Kampung Kasai. Mawar yang masih berusia sembilan tahun, diajak untuk menanam pohon di kebun milik Ap. Tetapi sesampainya di kebun, bukannya langsung menanam pohon, Ap malah memanggil Mawar dan langsung memegang-megang kemaluan bocah tersebut.

“Setelah puas, Ap lantas pergi untuk menanam, usai menanam Ap kembali memanggil Mawar untuk memegang dan memasukkan jarinya ke kemaluan Mawar untuk yang kedua kalinya. Lalu Mawar diberi uang Rp 10 ribu oleh pelaku,” ungkapnya kepada Berau Post, kemarin (6/1).

Perbuatan Ap baru diketahui ketika Mawar selalu menangis saat buang air kecil, bahkan sampai mengeluarkan darah, Kamis (5/1). Wali kelasnya yang merasa heran pun lantas membawa Mawar ke rumah tantenya yang tidak jauh dari sekolah.

Tante beserta orangtua korban pun meminta bidan di kampung tersebut untuk memeriksa penyebab kesakitan yang dialami Mawar saat buang air kecil. “Saat diperiksa, katanya ada luka di kelamin korban, makanya bidan memberikan obat,” jelasnya.

Tante korban yang penasaran pun membujuk Mawar untuk menceritakan apa yang terjadi. Kepada tantenya, Mawar menceritakan perbuatan Ap kepada dirinya. Pengakuan Mawar tersebutlah yang membuat orangtuanya geram dan langsung melaporkan Pp  kepada kepolisian, Jumat (6/1). “Setelah menerima laporan itu, personel Polsek Pulau Derawan langsung menjemput Ap di rumahnya, di Jalan Agusalim, RT 03 Kampung Kasai, untuk dibawa ke Mapolsek dan dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Atas perbuatannya, Ap dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35/2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun. (sam/udi)

To Top