Etdah.. Predator Anak Hobi Banget Bikin Ulah Disini, Catatan Kasusnya Moncer – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Etdah.. Predator Anak Hobi Banget Bikin Ulah Disini, Catatan Kasusnya Moncer

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, BONTANG – Kasus pencabulan anak di tahun 2016 terjadi kenaikan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya. Ini menjadi perhatian serius Kapolres Bontang, AKBP Andy Ervyn. Pasalnya, kekerasan terhadap anak di bawah umur ini menduduki peringkat ke-7 dari 49 jenis tindak pidana yang ditangani Sat Reskrim Polres Bontang.

“Selama beberapa tahun terakhir kasus yang melibatkan anak sebagai korban nafsu ini cenderung meningkat,” kata Kapolres saat Rakornis Fungsi Reskrim beberapa waktu lalu.

Jika dibandingkan dengan tahun 2015, kenaikannya lumayan banyak dari 15 menjadi 22 kasus atau naik 7 kasus, jumlah itu sudah cukup mencengangkan terhadap Kota kecil seperti Bontang.

Dari jumlah 22 kasus Peerlindungan anak yang ditangani Sat Reskrim Polres Bontang melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak ( PPA ) tahun ini, telah dapat diselesaikan sebanyak 21 kasus.

Sedangkan satu kasus lagi, pelakunya masih dalam pencarian karena sesaat setelah kejadian langsung melarikan diri. “Identitas sudah kami pegang dan terhadap yang bersangkutan sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” jelas Andy.

Tak hanya perlindungan anak, kasus KDRT juga mengalami peningkatan di tahun 2016 dengan kenaikan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, di tahun 2017 dirinya akan mengintruksikan seluruh jajarannya untuk lebih sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya para orang tua. Termasuk sosialisasi di sekolah–sekolah untuk memberikan pemahaman kepada anak untuk mewaspadai hal–hal tersebut.

Namun, untuk mewujudkan semua itu, Andi mengaku tidak bisa dilakukan oleh institusi kepolisian saja. Tetapi harus mendapat dukungan dari pihak lain, khususnya dari Pemerintah Kota Bontang dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) serta semua pihak yang peduli terhadap Perlindungan anak, tegas Kapolres. “Nanti kami gandeng P2TP2A untuk memberikan sosialisasi sebagaimana yang dimaksud, karena jangan sampai jatuh lagi, jadi sebisa mungkin diantisipasi,” pungkasnya.(mga)

Jenis Kejatahan            2015                        2016

Lapor         Selesai       Lapor         Selesai

Perlindungan Anak    15               12               22               21

KDRT

To Top