Suka Bikin Resah, Komplotan Pengamen Remaja ini Akhirnya Diamankan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Suka Bikin Resah, Komplotan Pengamen Remaja ini Akhirnya Diamankan

FAJAR.CO.ID, TALISAYAN – Dianggap mengganggu kenyamanan masyarakat dan dikhawatirkan berbuat tindak kriminalitas. Sebanyak sembilan pengamen diamankan petugas Polsek Talisayan sekira pukul 20.00 Wita, Kamis (5/1) malam.

Diketahui, dari sembilan orang tersebut, beberapa di antaranya masih di bawah umur. Salah satunya Imam (15), yang mengaku sebagai warga Gang Elang, Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur.

Dia diamankan petugas usai melakukan mengamen di sekitar pantai Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan bersama delapan temannya.

“Mereka ditanya mengaku tidak berbuat kejahatan. Melainkan hanya mengamen dan ingin jalan-jalan ke Labuan Cermin,  sekaligus bertemu mama tuanya (keluarga, Red.) ,”ujar Kapolsek Talisayan, Iptu Faisal Hamid, Kamis (5/1) malam.

Dikatakannya, bocah berkulit hitam dengan rambut cepak ini mengaku, sehari-hari selalu mengamen baik di wilayah Kecamatan Tanjung dan sekitarnya. Ia melakukannya tanpa sepengetahuan orangtuanya. Dalam sehari, biasanya mampu mengumpulkan uang hingga ratusan ribu untuk keperluan sehari-hari.

“Kalau Imam mengaku selain mengamen,  dirinya juga bekerja sablon baju di rumahnya,”ucapnya.

Sedangkan, semua pengamen yang diamankan langsung dilakukan pendataan. Setelahnya mereka akan diberikan pembinaan. Tidak hanya cukup sampai disitu, setelah itu, mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak lagi turun di jalanan, mengamen atau meminta-minta.

“Masih banyak pekerjaan yang lebih mulia dari mengamen. Saya yakin mereka masih muda-muda bisa memperoleh pekerjaan yang lebih baik,” tuturnya

Pihaknya, kata Faisal tidak ingin mereka terus-menerus berada di jalanan, karena bisa mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat. “Mari sama-sama menciptakan suasana dan situasi kondusif,”tegasnya.

Hermi (25) pengamen lainnya mengaku berasal dari RT 29 Kota Bontang, diamankan petugas bersama dengan Imam. Ia mengaku, hanya sekadar ikut temannya yang ingin ke BidukBiduk sekaligus jalan-jalan.

“Saya hanya ingin ikut teman yang mau ke tempat wisata.  Tapi gak tahu nama wisatanya apa,” ucapnya dia.

Hermi juga mengaku, dia pergi ke pesisir tanpa membawa modal sepeserpun dan hanya bermodalkan gitar untuk digunakan mengamen bersama teman-temannya untuk makan dan sebagainya.

“Kalau ke sini (Talisayan, Red.) memberhentikan dan menumpang mobil pick up. Sedangkan untuk makan kami mengamen di warung,  tetapi kadang tidak diberikan uang, melainkan makanan,”pungkasnya.(*/jun/app)

loading...
Click to comment
To Top